14 Juni 2026 Jadi 28 Dzulhijjah 1447 H, Musim 2 Bulan Hijriah

Nita W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
14 Juni 2026 Jadi 28 Dzulhijjah 1447 H, Musim 2 Bulan Hijriah

Gambar atau konten salah?

Kalender Hijriah dan Masehi memiliki perhitungan yang berbeda. Karena itu, umat Islam sering bertanya, “Berapa tanggal Hijriah pada 14 Juni 2026?”

Menurut konversi yang disusun oleh Kementerian Agama, 14 Juni 2026 jatuh pada 28 Dzulhijjah 1447 H. Bulan Juni 2026 mencakup dua bulan Hijriah: Dzulhijjah dan Muharram.

Berikut rincian lengkap kalender Hijriah sepanjang bulan Juni 2026:

  • 1 Juni 2026: 15 Dzulhijah 1447 H
  • 2 Juni 2026: 16 Dzulhijah 1447 H
  • 3 Juni 2026: 17 Dzulhijah 1447 H
  • 4 Juni 2026: 18 Dzulhijah 1447 H
  • 5 Juni 2026: 19 Dzulhijah 1447 H
  • 6 Juni 2026: 20 Dzulhijah 1447 H
  • 7 Juni 2026: 21 Dzulhijah 1447 H
  • 8 Juni 2026: 22 Dzulhijah 1447 H
  • 9 Juni 2026: 23 Dzulhijah 1447 H
  • 10 Juni 2026: 24 Dzulhijah 1447 H
  • 11 Juni 2026: 25 Dzulhijah 1447 H
  • 12 Juni 2026: 26 Dzulhijah 1447 H
  • 13 Juni 2026: 27 Dzulhijah 1447 H
  • 14 Juni 2026: 28 Dzulhijah 1447 H
  • 15 Juni 2026: 29 Dzulhijah 1447 H
  • 16 Juni 2026: 1 Muharam 1448 H
  • 17 Juni 2026: 2 Muharam 1448 H
  • 18 Juni 2026: 3 Muharam 1448 H
  • 19 Juni 2026: 4 Muharam 1448 H
  • 20 Juni 2026: 5 Muharam 1448 H
  • 21 Juni 2026: 6 Muharam 1448 H
  • 22 Juni 2026: 7 Muharam 1448 H
  • 23 Juni 2026: 8 Muharam 1448 H
  • 24 Juni 2026: 9 Muharam 1448 H
  • 25 Juni 2026: 10 Muharam 1448 H
  • 26 Juni 2026: 11 Muharam 1448 H
  • 27 Juni 2026: 12 Muharam 1448 H
  • 28 Juni 2026: 13 Muharam 1448 H
  • 29 Juni 2026: 14 Muharam 1448 H
  • 30 Juni 2026: 15 Muharam 1448 H

Kalender Hijriah memakai sistem lunar, sedangkan kalender Masehi menggunakan sistem solar. Menurut laman IAIN Tuban, kalender Masehi menghitung peredaran Bumi mengelilingi Matahari, sementara kalender Hijriah mengacu pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi.

Seorang ahli falak NU, KH Shofiyulloh, menjelaskan: “kalender Masehi dalam menyatakan panjang satu tahunnya didasarkan siklus tropis Matahari, yaitu 365,2222 hari.”

Kalender Masehi sendiri terhitung berdasarkan siklus tropis Matahari. Setiap tahun dibagi menjadi 12 bulan dengan panjang yang bervariasi: Februari 28 atau 29 hari, April 30 hari, Juni 30 hari, dan seterusnya. Tahun kabisat terjadi setiap empat tahun, kecuali tahun yang habis dibagi 100 tetapi tidak habis dibagi 400.

Kalender Hijriah menghitung tahun dari 12 kali siklus sinodis bulan. Siklus sinodis rata‑rata 29,53 hari, sehingga satu bulan Hijriah bisa 29 atau 30 hari, tergantung apakah hilal terlihat pada tanggal 29. Akibatnya, satu tahun Hijriah biasanya 354 atau 355 hari.

Perbedaan acuan perhitungan ini menjelaskan mengapa tanggal Masehi dan Hijriah tidak selalu sinkron. Ketika 14 Juni 2026 menjadi 28 Dzulhijjah 1447 H, umat Islam dapat menyesuaikan ibadah dan peristiwa keagamaan sesuai kalender Hijriah.

Informasi konversi ini membantu perencanaan ibadah, seperti puasa, zakat, dan perayaan hari besar. Mengetahui tanggal Hijriah juga penting bagi kalendar kegiatan keagamaan di masjid dan lembaga keagamaan.

Dengan pemahaman tentang perbedaan antara kalender solar dan lunar, umat dapat menghitung tanggal keagamaan dengan lebih akurat. Hal ini memudahkan penyesuaian jadwal ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya.

Kalender HijriahKalender MasehiKonversi 14 Juni 202628 Dzulhijjah 1447 HKementerian AgamaIAIN TubanFalak NU

Komentar

Memuat komentar...