AS-China Sepakati Pengurangan Tarif Rp 531 Triliun

Jaka M. · 2 min baca · 2 jam lalu · 22 dibaca
Bisik.id
AS-China Sepakati Pengurangan Tarif Rp 531 Triliun

Gambar atau konten salah?

China dan Amerika Serikat baru saja mencapai sejumlah kesepakatan penting. Salah satunya adalah pengaturan pengurangan tarif timbal balik yang nilainya mencapai US$ 30 miliar, atau sekitar Rp 531 triliun jika menggunakan kurs Rp 17.700. Angka ini cukup besar. Kedua negara juga sepakat untuk mengadakan dialog lebih lanjut mengenai kecerdasan buatan, atau yang sering disebut AI.

Semua kesepakatan ini tertuang dalam delapan poin konsensus. Poin-poin tersebut dihasilkan saat Presiden China Xi Jinping berkunjung ke Washington dan bertemu langsung dengan Presiden AS Donald Trump. Pertemuan tatap muka itu menjadi momen penting bagi hubungan kedua negara.

Kementerian Luar Negeri China mengumumkan bahwa kedua belah pihak juga setuju untuk membentuk sebuah dewan perdagangan. Selain itu, mereka akan memperpanjang hasil pembicaraan yang sebelumnya sudah dilakukan di Kuala Lumpur. Langkah ini diambil setelah rencana untuk memperpanjang gencatan senjata perdagangan selama dua bulan. Saat ini, gencatan senjata perang dagang tersebut akan berakhir pada 10 November.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan bahwa tenggat waktu yang ada memberikan kesempatan bagi kedua pihak. Dengan waktu yang lebih panjang, mereka bisa mengerjakan kesepakatan perdagangan yang lebih besar dan menguntungkan kedua belah pihak. Potensinya memang masih terbuka lebar.

Soal kecerdasan buatan, China dan AS sepakat untuk mengadakan dialog. Dialog ini akan membahas risiko dan manfaat dari teknologi AI. Putaran diskusi berikutnya sudah dijadwalkan pada bulan November mendatang. Ini menunjukkan bahwa kedua negara serius membahas perkembangan teknologi.

Tidak hanya di bidang ekonomi dan teknologi, kedua negara juga sepakat dalam hal kerja sama regional. Mereka akan saling mendukung dalam penyelenggaraan pertemuan para pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) dan KTT Kelompok 20 (G20). Kedua pemimpin berencana untuk menghadiri pertemuan-pertemuan tersebut.

Dalam kebijakan luar negeri, para pemimpin sepakat bahwa Iran harus memenuhi komitmennya. Komitmen itu adalah untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Selain itu, tidak ada negara atau entitas yang boleh mengenakan bea transit di jalur perairan internasional. Kesepakatan ini menunjukkan bahwa isu keamanan global juga menjadi perhatian utama.

Secara keseluruhan, pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump menghasilkan banyak kesepakatan. Mulai dari pengurangan tarif, dialog AI, hingga isu keamanan global. Semua ini menunjukkan bahwa meskipun ada persaingan, kedua negara masih bisa duduk bersama dan mencapai konsensus.

kesepakatantarifdialogkecerdasan buatangencatan senjata perdagangankeamanan globalAPEC

Komentar

Memuat komentar...