BNNP Sulsel Ungkap Peredaran Narkotika Cair di Pesantren

Putri N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 67 dibaca
Bisik.id
BNNP Sulsel Ungkap Peredaran Narkotika Cair di Pesantren

Gambar atau konten salah?

BNNP Sulsel sedang menyelidiki peredaran narkotika cair dalam bentuk liquid vape setelah seorang santri dirawat di rumah sakit.

Kasus ini terungkap ketika orang tua korban, yang curiga kondisi anaknya, melaporkan kejadian tersebut kepada BNNP Sulsel pada Sabtu, 18 April 2026. Petugas kemudian memeriksa urine korban dan hasilnya positif narkoba.

“Jadi (berawal) adanya salah satu santri yang dirawat di salah satu rumah sakit. Kemudian orang tuanya melaporkan hal tersebut ke BNN, ke kami, karena diduga, orang tuanya mendapatkan cerita atau penjelasan dari anaknya, bahwa dia diberikan, kayak dipaksa untuk mengisap vape, seperti itu. Setelah itu kita lakukan pemeriksaan dan tes urin, memang hasilnya dinyatakan positif,” ujar Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sulsel Kombes Ardiansyah pada Rabu, 29 April 2026.

Setelah terdeteksi positif, BNNP Sulsel melakukan penggeledahan di pondok pesantren pada Minggu, 19 April 2026. Mereka menemukan 15 liquid vape. “Tapi dari 15 liquid itu, hanya 1 yang positif sintetis. Lainnya hanya liquid biasa, vape biasa. Positif (sintetis) cuma satu,” katanya.

Hasil uji laboratorium forensik (Labfor) Polda Sulsel masih menunggu untuk menentukan jenis narkotika tersebut. Sebanyak 2 santri diduga terpapar narkotika cair ini.

“Kita belum bisa lakukan pemeriksaan kalau kita belum tahu kandungan liquid itu. Jadi setelah kita tahu kandungan liquid, maka kita akan melakukan pendalaman kembali kepada santri yang memberikannya kepada si korban,” jelasnya.

Ardiansyah juga menyatakan akan menelusuri lebih jauh asal liquid yang dihisap korban hingga masuk rumah sakit. “Kemudian melakukan pendalaman ke orang-orang yang terkait dengan korban sampai bisa masuk rumah sakit,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa peredaran narkotika sintetis kini beralih menggunakan media liquid vape. “Kalau sekarang kan medianya, dia menggunakan liquid ya. Kalau kemarin-kemarin kan menggunakannya tembakau. Tembakau sintetis, tembakau gorila seperti itu lah,” jelasnya.

Efek dari liquid sintetis tersebut dikatakan sama dengan narkotika lain seperti sabu. “Sama seperti tembakau karena dia kan sebetulnya penggunanya itu sama juga seperti sabu. Langsung melalui pembakaran. Pembakaran itu berupa asap kemudian asap itulah yang dihirup pengguna,” pungkasnya.

Peristiwa ini menyoroti tantangan dalam mendeteksi penyalahgunaan narkotika melalui vape, yang sering dilakukan di ruang terbuka tanpa menimbulkan kecurigaan. Penyelidikan masih berlangsung, dan BNNP Sulsel menunggu hasil laboratorium untuk melanjutkan langkah investigasi lebih lanjut.

Narkotika cairLiquid vapeBNNP SulselSantriLaboratorium forensikPenyelidikanPesantren

Komentar

Memuat komentar...