Dua Wamenkeu Baru Dilantik, Luky Kembali ke Kemenkeu

Bima J. · 3 min baca · 1 jam lalu · 15 dibaca
Bisik.id
Dua Wamenkeu Baru Dilantik, Luky Kembali ke Kemenkeu

Gambar atau konten salah?

Suasana di kantor Kementerian Keuangan pada Kamis sore terasa berbeda. Dua wajah baru hadir setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Mereka adalah Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman, yang kini menyandang jabatan Wakil Menteri Keuangan.

Penyambutan cukup meriah. Menteri Keuangan Suahasil Nazara turun langsung menyambut. Tak ketinggalan, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama juga hadir. Deretan pejabat dan pegawai Kemenkeu lainnya berjejer menyambut kedatangan keduanya.

Luky mengaku senang bisa kembali. Bukan tanpa alasan. Pria ini sudah malang melintang di Kemenkeu sebelumnya. Jabatan terakhirnya adalah Direktur Jenderal Anggaran. Namun, ia dicopot oleh Menteri Keuangan saat itu, Purbaya Yudhi Sadewa, pada April 2026. Pencopotan itu terjadi setelah kisruh pengadaan 21 ribu motor listrik di Badan Gizi Nasional (BGN).

"Senang sekali saya bisa kembali berada di sini. Saya tiada hentinya mengucap syukur Alhamdulillah atas kehendak-Nya saya bisa kembali lagi ke sini," ucap Luky dalam sambutannya di Gedung Kemenkeu, Jakarta Pusat, pada Kamis 01 September 2026.

Perasaannya campur aduk. Antara excited dan kaget. Yang pasti, berat. "Kalau ditanya, rasanya campur aduk. Excited, tapi juga ada kagetnya. Berat yang pasti ya Pak Menteri," tambahnya.

Luky sadar dirinya butuh dukungan. Ia mengibaratkan dirinya seperti berhibernasi selama beberapa bulan setelah didepak Purbaya. Ia perlu waktu untuk mengejar ketertinggalan. "Kemarin saya ada masa hibernasi, jadi saya butuh waktu, butuh support bapak ibu sekalian, untuk bisa catch up, untuk bisa update, untuk bisa kita mengejar apa perkembangan terkini," jelasnya.

Soal program kerja, Luky punya jawaban sederhana. Ia ditanya orang soal program apa yang akan ia jalankan sebagai Wamenkeu. Jawabannya, tidak ada program khusus. "Wakil Menteri Keuangan itu adalah kami pembantu presiden, pembantu Menteri Keuangan," ujarnya.

Meski begitu, ia sempat berdiskusi dengan Suahasil. Ada tiga fokus yang mengemuka. Pertama, menuntaskan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Waktu tersisa tiga bulan lagi. "Nggak kerasa datang 1 Oktober, tinggal 3 bulan lagi. Ini etape terakhir di kuartal IV, kita tahu banyak sekali tantangannya," tuturnya.

Fokus kedua adalah persiapan APBN 2027. Setelah disahkan DPR, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Tujuannya agar APBN tahun depan bisa langsung berjalan tanpa hambatan.

Ketiga, konsolidasi internal. "Terakhir juga saya diskusi dengan Pak Menteri waktu itu adalah bagaimana kita konsolidasi internal untuk terus mendorong reform, reformasi yang dilakukan di Kementerian Keuangan," kata Luky.

Sementara itu, Nurkholisoh mengaku masih perlu banyak belajar. Ia baru bergabung dengan Kemenkeu. Sebelumnya, ia berkarier di Bank Indonesia (BI) selama sekitar 20 tahun. "Selama 20 tahun saya berkarier di Bank Indonesia, Bank Sentral Republik Indonesia. Jadi ini antara baru dan nggak baru. Saya sudah sering bolak-balik ke lingkungan ini, bolak-balik ke gedung ini," katanya.

Ia sudah sering berkoordinasi dengan Kemenkeu selama di BI. Jadi, meski baru, ia tidak benar-benar asing. Namun, skala organisasinya jauh berbeda. Kemenkeu memiliki sekitar 80 ribu pegawai. Jauh lebih besar dibandingkan BI yang hanya sekitar 6.000 hingga 7.000 pegawai.

"Apalagi saya dengar ini jumlah pegawai total puluhan ribu ya, 80 ribu, jauh sekali dibandingkan Bank Indonesia yang cuma sekitar 6.000-7.000. Jadi luar biasa tantangan ke depan, saya belum bisa bicara banyak tentang subyeknya itu sendiri, tapi saya ingin bisa bermanfaat bagi efektivitas organisasi," tutup Nurkholisoh.

Kembalinya Luky ke Kemenkeu menunjukkan dinamika politik yang cepat. Ia sempat dicopot, lalu dilantik kembali dalam waktu beberapa bulan. Nurkholisoh, dengan latar belakang bank sentral, membawa perspektif berbeda ke dalam kementerian. Keduanya kini harus bekerja sama dengan Suahasil dan jajaran lainnya untuk mengelola keuangan negara di tengah berbagai tantangan.

Pelantikan WamenkeuLuky AlfirmanNurkholisohKementerian KeuanganAPBN 2026Konsolidasi InternalReformasi

Komentar

Memuat komentar...