Kementerian Buka Dua Sekolah Dasar di Bogor 10 Juni 2026
Gambar atau konten salah?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) resmi membuka dua sekolah dasar di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 10 Juni 2026. Sekolah yang ditangani adalah SDN Cimahpar 5 Kota Bogor dan SDN Leuwibatu 02 Kabupaten Bogor.
Acara tersebut berlangsung bersamaan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025. Pada saat itu, Presiden Prabowo Subianto menempatkan batu pertama di SDN Cimahpar 5. Menko PMK Pratikno mengapresiasi penampilan baru sekolah tersebut, yang dibangun secara swakelola oleh panitia lokal.
“Jadi perintahnya Bapak Presiden bahwa SDM unggul itu harus terus ditingkatkan kualitas kesehatan dan juga pendidikan. Nah di bidang pendidikan ini banyak sekali programnya. Ada IFP (interactive flat panel/smartboard, ada revitalisasi sekolah dan banyak program yang lain lagi,” tuturnya kepada wartawan di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat, 10 Juni 2026.
Program revitalisasi ini memberikan bantuan sebesar Rp 6 miliar bagi kedua sekolah. SDN Cimahpar 5 menerima Rp 2,6 miliar, yang dikelola secara swakelola oleh panitia lokal dengan pengawasan Kemendikdasmen, Pemerintah Kota, dan pihak lain. Anggaran tersebut sudah mengubah satu lantai menjadi dua lantai.
Berikut hal-hal yang direvitalisasi di SDN Cimahpar 5:
- Penambahan 5 ruang kelas baru
- Rehabilitasi ruang kelas lama
- Unit Kesehatan Sekolah (UKS)
- Ruang administrasi (ruang guru dan kepala sekolah)
“Sudah bagus ya. Jadi sekali lagi ini adalah bagian dari upaya Bapak Presiden untuk meningkatkan SDM yang berkualitas,” tambah Pratikno.
Sementara itu, SDN Leuwibatu 02 di Kabupaten Bogor mendapat bantuan Rp 3,5 miliar. Kepala sekolah, Sudrajat, menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk membangun 12 ruang kelas baru dan fasilitas sanitasi (toilet).
“Tadinya tidak ada halaman. Anak-anak bermain itu satu kilometer dari sini ke lapangan. Bahkan untuk buang pipis pun di kebun. Sekarang sudah ada WC, Alhamdulillah,” ujar Sudrajat.
Pratikno menegaskan bahwa revitalisasi tidak hanya soal fisik. Ia berharap kualitas pembelajaran murid juga dapat meningkat.
“Tentu saja jangan berhenti hanya di fisiknya saja tetapi juga kualitas pembelajarannya ditingkatkan,” tuturnya.
Program ini merupakan bagian dari upaya Revitalisasi Satuan Pendidikan Kemendikdasmen, yang bertujuan memperkuat infrastruktur dan mutu pendidikan di tingkat dasar. Dengan dua sekolah yang kini memiliki fasilitas lengkap, diharapkan siswa dapat belajar dalam lingkungan yang lebih baik dan mendukung pencapaian SDM unggul yang diharapkan oleh pemerintah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pelatihan BNSP: Sertifikat Trainer Menjadi Standar Nasional
Kelas Simulasi Interview Online 24 Juni, Harga Rp120k
Syarifah Naura Juara Youth ESG Maritime 2026: Smart Bronjong
SPMB Jabar 2026: Jalur Prestasi Nilai Rapor Diketahui Skor Akhir
Ristiana Artanti Raih Beasiswa UGM Tanpa Biaya Kuliah Lengkap
Berita Terbaru
Persela Lamongan Kembali Menyambut Dendi Sulistiawan
Alkohol Dorong Rasa Gurih, Tambah Kalori, Bikin Berat Badan
Kebun Binatang Bandung Tunggu Izin Operasi, Faunaland Siap?
England 3-0 Kosta Rika: Gordon Menang, Keane Prediksi
Meksiko Kalahkan Afrika Selatan 2-0 di Piala Dunia 2026
FIFA World Cup 2026 di Roblox: 48 Tim, 6 Game, Live Update
Pelatihan BNSP: Sertifikat Trainer Menjadi Standar Nasional
