Perempuan UMKM Kreatif Meningkatkan Bisnis dengan Bank Saqu
Gambar atau konten salah?
Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa sekitar 64,5 % pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia adalah perempuan. Mayoritas di antara mereka bergerak di sektor industri kreatif, yang mencakup seni, desain, dan produk digital.
Perkembangan teknologi digital membuka pintu bagi perempuan untuk memperluas pasar dan mengembangkan usaha dengan cara yang lebih fleksibel. Dengan aplikasi mobile, media sosial, dan platform e‑commerce, para pelaku usaha dapat menjangkau pelanggan di seluruh negeri tanpa harus membuka toko fisik.
Menurut Bank Saqu, selain kreativitas, pengelolaan keuangan menjadi kunci utama keberlanjutan usaha. 26 April 2026, Head of Corporate Communication & Marketing Bank Saqu, Willy Apriando, menyatakan: “Agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan, diperlukan pemahaman keuangan yang baik, mulai dari pengelolaan arus kas hingga pengambilan keputusan finansial. Seiring berkembangnya industri kreatif, kami percaya kombinasi antara kreativitas dan pengelolaan keuangan yang tepat akan menjadi pondasi utama bagi lahirnya lebih banyak usaha yang berkelanjutan di Indonesia.”
Profil nasabah Bank Saqu juga menunjukkan bahwa sekitar 40 % merupakan solopreneur. Angka ini mendorong bank untuk tidak hanya menawarkan layanan perbankan, tetapi juga memperkuat edukasi dan ekosistem usaha. Salah satu inisiatifnya adalah Solopreneur Academy, program yang memberikan pembelajaran dan jejaring bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis secara lebih terarah.
“Sebagai perempuan yang membangun usaha dari hal yang saya sukai, saya menyadari bahwa kreativitas saja tidak cukup. Ada proses memahami keuangan, mengelola arus kas, serta mengambil keputusan yang tepat. Dalam perjalanan ini, dukungan dari Bank Saqu menjadi sangat relevan karena membantu kami sebagai solopreneur untuk tumbuh dengan pondasi yang lebih kuat. Dengan memisahkan keuangan pribadi dan bisnis melalui Saku Nabung dan Saku Transaksi, pengelolaan keuangan menjadi lebih teratur, sehingga bisnis pun dapat berkembang dengan lebih optimal,” ujar Liya Tsabitah, pemenang Bank Saqu Solopreneur Academy 2025.
“Banyak bisnis kreatif lahir dari ide yang kuat, tetapi yang membedakan adalah bagaimana bisnis tersebut dikelola dengan finansial yang baik. Tanpa keuangan yang sehat, akan sulit untuk sustain dalam jangka panjang, apalagi untuk berkembang. Disiplin dalam mengelola arus kas, memahami biaya, dan mengambil keputusan berbasis data menjadi kunci agar bisnis tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan,” tambah Sylvia, Co‑Founder of KopiSoe, Rantau Rasa.
Ke depan, Bank Saqu melihat perjalanan perempuan di industri kreatif tidak berhenti pada tahap memulai usaha, tetapi berlanjut pada bagaimana usaha tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Untuk itu, bank berkomitmen menghadirkan solusi perbankan yang relevan di setiap tahap perjalanan tersebut, mulai dari membangun kebiasaan finansial yang sehat hingga mendukung ekspansi usaha.
Selain fitur Tabungmatic untuk membantu kebiasaan menabung dan Saku Kredit yang Selalu Ready untuk kebutuhan pembiayaan, Bank Saqu juga menyediakan layanan Bank Saqu Bisnis bagi pelaku usaha yang telah berkembang. Layanan ini dirancang untuk mendukung pengelolaan keuangan bisnis secara lebih optimal, termasuk dalam mengatur arus kas dan mendukung kebutuhan operasional usaha.
Dengan pendekatan ini, Bank Saqu berharap dapat menjadi teman seperjuangan yang tidak hanya relevan di tahap awal, tetapi juga mampu mendampingi pelaku usaha dalam setiap fase pertumbuhan bisnisnya, sehingga dapat berkontribusi lebih besar terhadap perkembangan industri kreatif dan perekonomian nasional.
Bank Saqu turut berpartisipasi dalam forum diskusi bersama IdeaFriends bertajuk “Built by Her: Turning Passion Into Power in The Creative Industry”, yang membahas peran perempuan dalam membangun usaha di sektor kreatif, serta pentingnya pengelolaan keuangan dalam mendukung pertumbuhan usaha.
Kesimpulannya, data menunjukkan bahwa perempuan memegang peranan penting dalam UMKM, khususnya di industri kreatif. Perusahaan perbankan seperti Bank Saqu berupaya menyediakan layanan dan edukasi yang mendukung pengelolaan keuangan, sehingga usaha perempuan dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberi dampak positif bagi ekonomi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
