Pohon Berakar Aggresif: Ancaman Kerusakan Fondasi Rumah

Guntur P. · 2 min baca · 1 hari lalu · 12 dibaca
Bisik.id
Pohon Berakar Aggresif: Ancaman Kerusakan Fondasi Rumah

Gambar atau konten salah?

Menanam pohon di halaman rumah membawa keteduhan dan keindahan. Namun, tidak semua pohon cocok ditempatkan di dekat bangunan. Akar pohon yang agresif dapat menekan fondasi, merusak lantai, dan bahkan membuat retak pada dinding.

Setiap pohon memiliki sistem akar yang berbeda. Beberapa akar tumbuh sangat dalam dan menyebar luas, sementara yang lain lebih dangkal. Ketika akar menembus ruang bawah tanah, ia dapat menekan struktur bangunan tanpa terlihat.

Berikut daftar pohon yang potensial merusak struktur rumah. Setiap jenis memiliki karakteristik akar yang perlu dipertimbangkan sebelum ditanam.

Bambu Moso (Phyllostochys edulis) sering dianggap mudah dirawat, namun beberapa bambu sangat invasif. "Bambu yang menjalar umumnya lebih invasif dibandingkan bambu yang berumpun, meskipun bambu apa pun bisa menjadi invasif jika tidak dirawat dan dijaga dengan baik," kata Steve Chilton. Akar bambu tumbuh mendalam dan dapat merusak taman. Karena kekuatan dan pertumbuhan cepat, pemilik rumah harus mengendalikan bambu dengan pemangkasan dan penghalang akar.

Pohon Dedalu (Willow) memiliki akar agresif yang mencari kelembapan. Akar ini tumbuh cepat dan dapat menembus celah fondasi, menimbulkan risiko struktural. "Saya sarankan untuk memasang penghalang akar, memangkas cabang yang lebih rendah, dan menyiram pohon yang lebih jauh dari rumah untuk mengarahkan pertumbuhan akar menjauh dari pondasi," ujar Steve Schumacher. Tanaman ini tumbuh dekat permukaan tanah, sehingga dapat merusak fondasi dan trotoar jika tidak dikelola.

Pohon Alpukat memiliki akar yang dapat merusak bangunan di sekitarnya. Menurut California Polytechnic State University, cara mengurangi kerusakan adalah dengan memilih batang bawah yang kurang invasif dan menanamnya setidaknya 7,5 meter dari bangunan. Penggunaan penghalang akar atau pot juga dapat mencegah akar tumbuh ke arah yang tidak diinginkan.

Pohon Mangga mudah dirawat dan cepat berbuah. Namun, akar mangga kuat dan dalam. Akar ini dapat mencapai rumah dan merusak fondasi. Menurut situs New Vision, akar mangga dapat menembus ruang bawah tanah, menekan struktur rumah.

Pohon Karet sebaiknya tidak ditanam di dekat rumah. Akar karet dapat menjalar panjang dan merusak struktur bangunan jika sudah terlalu dekat. Menurut catatan, akar karet dapat menembus fondasi dan menimbulkan kerusakan seiring waktu.

Selain jenis pohon, faktor tanah dan kedalaman fondasi juga memengaruhi risiko. Tanah berpasir cenderung menahan akar lebih cepat, sedangkan tanah liat dapat menahan akar lebih lama. Jika fondasi sudah rapuh, akar pohon dapat memperburuk kondisi.

Untuk meminimalkan risiko, pemilik rumah dapat memasang penghalang akar, memelihara jarak tanam minimal 7,5 meter, dan memeriksa kondisi fondasi secara berkala. Pemangkasan rutin juga membantu mengontrol pertumbuhan akar.

Jika pohon sudah menempel pada fondasi, langkah awal adalah memeriksa apakah akar menembus ruang bawah tanah. Menggunakan alat pengukur kedalaman akar dapat membantu menentukan apakah akar perlu dipotong atau dipindahkan.

Menanam pohon di halaman rumah tetap bisa aman jika dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Memilih pohon dengan akar yang tidak agresif, menjaga jarak tanam, dan memantau pertumbuhan akar dapat menjaga rumah tetap nyaman dan bebas kerusakan jangka panjang.

Dengan memahami karakteristik akar pohon, pemilik rumah dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana tentang tanaman yang akan ditanam di dekat bangunan, sehingga melindungi struktur rumah dari kerusakan yang tidak diinginkan.

Akar agresifFondasi rumahBambu MosoPohon DedaluAlpukatManggaKaretPenghalang akar

Komentar

Memuat komentar...