10 Hidangan Tertua Dunia: Dari Kheer ke Stew, Sejarah Rasa

Ratna D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
10 Hidangan Tertua Dunia: Dari Kheer ke Stew, Sejarah Rasa

Gambar atau konten salah?

Makanan bukan sekadar santapan, melainkan catatan hidup manusia. Beberapa hidangan sudah ada sejak ribuan tahun lalu dan masih dinikmati hingga kini. Sejarahnya tercermin dalam cara pembuatan, bahan, dan peran sosialnya.

Berikut sepuluh hidangan tertua di dunia yang tetap bertahan sampai sekarang, masing‑masing memiliki cerita unik dan tradisi yang terus hidup.

1. Kheer – Puding beras khas India. Kheer disebut dalam teks Sanskerta kuno. Hidangan ini terbuat dari susu dan beras yang dimasak perlahan. Sejak ribuan tahun, kheer disajikan di rumah dan dalam ritual keagamaan.

2. Hummus – Salah satu makanan tertua di dunia. Hummus berasal dari Timur Tengah dan dikenal sejak abad pertengahan. Bahan utamanya adalah kacang arab, wijen, minyak zaitun, dan lemon. Rasanya yang seimbang membuatnya mudah diadaptasi di berbagai budaya.

3. Tamales – Makanan dari peradaban Mesoamerika seperti Aztec dan Maya. Tamales dibungkus daun jagung dan dikukus. Sebagai bekal praktis bagi prajurit dan pelancong, tamales tetap populer hingga kini.

4. Congee – Bubur nasi asal China. Congee telah dikonsumsi lebih dari 2.000 tahun. Hidangan ini bisa disajikan polos atau dengan tambahan lauk. Sering kali diberikan kepada orang sakit atau lansia.

5. Roti Pipih Kuno (Flatbread) – Roti pipih sudah ada sejak sekitar 3000 SM di Mesir kuno. Dibuat dari campuran biji‑bijian dan air, roti ini dipanggang di atas batu panas. Berbagai variasi roti pipih masih menjadi bagian penting di banyak budaya.

6. Pasta – Pasta memiliki akar di masa Romawi kuno. Bentuk awalnya berupa adonan yang direbus. Seiring waktu, pasta berkembang menjadi berbagai bentuk dan jenis yang dikenal luas saat ini.

7. Injera – Roti fermentasi khas Ethiopia. Terbuat dari tepung teff, injera memiliki tekstur berpori dan rasa sedikit asam. Roti ini juga berfungsi sebagai alas dan alat makan, mencerminkan budaya makan bersama.

8. Garum – Saus ikan fermentasi dari Romawi kuno. Walaupun bentuk aslinya sudah tidak digunakan, konsepnya masih hidup dalam berbagai saus fermentasi modern di Asia dan Mediterania.

9. Sushi – Makanan Jepang yang awalnya merupakan metode pengawetan ikan. Teknik ini menggunakan fermentasi nasi. Seiring waktu, sushi berkembang menjadi hidangan dengan berbagai variasi dan penyajian modern.

10. Stew – Hidangan berkuah yang dimasak perlahan. Stew sudah ada sejak zaman prasejarah. Manusia memasak daging, biji‑bijian, dan sayuran dalam satu wadah untuk menghasilkan makanan yang mengenyangkan dan bergizi. Teknik ini tetap digunakan hingga sekarang di berbagai budaya.

Setiap hidangan ini menunjukkan bagaimana manusia menggunakan bahan lokal dan teknik sederhana untuk menciptakan rasa yang kaya dan berkelanjutan. Dari kheer di India hingga stew di seluruh dunia, makanan ini tidak hanya memberi energi, tapi juga menyalurkan tradisi, identitas, dan kebersamaan. Makanan lama tetap relevan karena mereka menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman, tetap sederhana namun penuh makna. Dengan demikian, sejarah kuliner menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan, mengingatkan kita bahwa rasa yang baik tidak pernah usang.

hidangan tertuakheerhummustamalescongeeroti pipihpastasushi

Komentar

Memuat komentar...