Ardika Dwitama: Pastry Indonesia Maju, Fokus Bahan Lokal
Gambar atau konten salah?
Ardika Dwitama adalah salah satu pastry chef yang dikenal di Indonesia. Ia sering berbagi pandangannya tentang tren pastry di tanah air. Menurutnya, tren ini sudah cukup maju dan masih punya ruang untuk berkembang.
Setelah menikmati hidangan utama, ia menekankan bahwa rasa tidak lengkap tanpa dessert. Dessert biasanya menonjolkan rasa manis dan memberikan kesan penutup yang menyenangkan setelah makan. Begitu juga dengan pastry, seperti croissant atau pie, yang sering menjadi bagian dessert atau dimakan sendiri di sarapan.
Ardika mengatakan bahwa tren pastry di Indonesia sudah baik dan akan terus maju. Ia percaya bahwa perkembangan pastry atau dessert di Indonesia akan tetap positif. Namun, ia juga mengakui bahwa karier sebagai pastry chef di Indonesia masih terbatas.
Menurut Head Pastry Chef August Restaurant, banyak chef muda atau lulusan pastry chef masuk ke ranah hotel karena restoran belum banyak. “Tetapi semoga ke depannya, next 5 tahun, 10 tahun, makin banyak restoran bagus, casual dining, fine dining, yang membutuhkan pastry chef,” ujarnya.
Ardika menambahkan bahwa tren pastry di Indonesia sudah bagus dan dapat bersaing di kancah internasional. Hal terpenting bagi ia adalah membuat kreasi yang tetap mempromosikan dessert khas Indonesia, seperti jajanan pasar atau fokus pada penggunaan bahan lokal yang jarang didengar di luar negeri.
Ia mencontohkan beberapa bahan yang bisa dimanfaatkan. Mulai dari pandan atau gula aren yang menurutnya tidak banyak dipakai di luar. “Contoh kayak pandan atau gula aren itu kan nggak banyak dipakai di luar. Sebanyak mungkin kita bisa pakai, semakin orang dengar, semakin orang tahu mau coba, ya semakin bagus. Pandan, gula aren,” ujarnya.
Beberapa bahan lokal lainnya juga dapat dimanfaatkan. Misalnya rempah seperti vanilla, kayu manis, bunga telang, hingga buah lokal sirsak. Semua bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membantu mempromosikan bahan lokal di kancah internasional.
Dengan fokus pada bahan lokal dan kreativitas dalam resep, tren pastry di Indonesia dapat terus tumbuh. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas dessert, tetapi juga memperkenalkan cita rasa Indonesia ke dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dr Priya Bakal Kue Seri Muka, Gak Jelas Pandan Jadi Rumput
Turis Singapura Terkejut Tagihan 902 Ringgit Ikan Patin
Promo Makanan Nobar Piala Dunia 2026, Harga Hemat
Indomilk Gelar Roadshow Pastry Mini & Coffee Pairing
Harga Makanan Stadion Piala Dunia 2026 Menghebohkan Ratusan Ribu Rupiah
Pemerintah Tambah Perluasan Jaringan Internet di Pedesaan
Berita Terbaru
Belanda vs Jepang: Piala Dunia 2026, 3AM WIB, Dallas
Iwan Bule Hadir di Pernikahan Justin Hubner, Dapat Jersey Timnas
Lebar Jalan Calang‑Simpang Peut 3,35 km, Selesai Sep 2026
Losari, Nganjuk: Potensi Paralayang Terabaikan, Butuh Dana
Mandi Taubat 1 Muharram 1448 H: Momen Bersih Tahun Baru
Doa Awal Tahun 1 Muharram 1448 H: Perlindungan dan Berkah
Pelatihan Excel Akuntansi Reguler Batch 7: Praktis di EVL
