Artemis 2: Menyiapkan 189 Makanan untuk 10 Hari ke Bulan

Maya K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 66 dibaca
Bisik.id
Artemis 2: Menyiapkan 189 Makanan untuk 10 Hari ke Bulan

Gambar atau konten salah?

Artemis 2 sedang menempuh perjalanan 10 hari menuju Bulan. Empat awaknya—Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen—memakai kapsul Orion yang tidak dilengkapi kulkas atau kompor, melainkan ruang terbatas untuk penyimpanan makanan.

Berbeda dengan International Space Station yang memiliki kulkas dan dapat menerima pasokan makanan rutin dari Bumi, misi Artemis 2 akan terbang solo tanpa misi penyetokan ulang. NASA harus menyiapkan semua kebutuhan makanan dan minuman sebelum peluncuran.

Untuk itu, NASA bekerja sama dengan pakar makanan luar angkasa. Mereka menyiapkan makanan khusus yang mempertimbangkan kalori, hidrasi, dan nutrisi. Makanan tidak boleh meninggalkan banyak remah dan harus mudah disiapkan dalam kondisi mikrogravitasi.

“Awak astronaut menggunakan dispenser air minum Orion untuk menghidrasi makanan dan minuman, serta penghangat makanan ringkas berbentuk koper untuk memanaskan makanan sesuai kebutuhan,” kata NASA.

NASA juga membagikan infografis menu yang menampilkan 189 jenis makanan dan minuman berbeda, termasuk lebih dari 10 jenis minuman. Menu mencakup lima jenis saus pedas, 58 tortilla, dan sederet cemilan manis mulai dari pudding, cake, coklat, hingga kue kering.

Astronaut dijadwalkan makan tiga kali sehari dan boleh mengonsumsi hingga dua minuman beraroma per hari, termasuk kopi. Setiap kontainer Artemis 2 berisi makanan untuk 2‑3 hari, sehingga para awak dapat memilih dari beberapa pilihan hanya dengan membuka satu kotak.

Menu disesuaikan berdasarkan kemampuan persiapan makanan di pesawat luar angkasa selama setiap fase penerbangan, kata NASA. “Menu disesuaikan berdasarkan kemampuan persiapan makanan di pesawat luar angkasa selama setiap fase penerbangan,” tambahnya.

“Makanan tertentu—seperti makanan beku kering—membutuhkan hidrasi menggunakan dispenser air minum Orion, yang tidak tersedia selama beberapa fase, termasuk peluncuran dan pendaratan. Alhasil, makanan yang dipilih untuk fase tersebut harus siap makan dan kompatibel dengan batasan operasional pesawat luar angkasa, sementara pilihan makanan yang lebih lengkap akan tersedia setelah sistem persiapan makanan beroperasi,” sambungnya.

Dua awak Artemis 2 mengaku senang dengan pilihan makanan yang ditawarkan. Koch, yang pernah tinggal sekitar satu tahun di ISS, mengatakan ia terkesan dengan variasi makanannya.

“Berbagai hidangan utama yang mungkin tidak Anda bayangkan dapat dihidrasi kembali, dan benar-benar terasa enak di luar angkasa,” ujarnya.

Perencanaan makanan yang teliti ini menyoroti kompleksitas menjaga kesehatan dan kenyamanan awak dalam misi solo ke Bulan. Menyediakan makanan yang aman, bergizi, dan mudah disiapkan tanpa fasilitas tradisional memerlukan kolaborasi intensif antara NASA dan para ahli kuliner luar angkasa. Dengan sistem ini, para astronaut dapat fokus pada tugas ilmiah dan eksplorasi, sementara kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama perjalanan panjang ke Bulan.

Artemis 2Makanan luar angkasaNASAOrionHidrasi mikrogravitasiMenu 189 jenisAstronaut

Komentar

Memuat komentar...