BAKTI Tingkatkan Kecepatan Internet 3T ke 6-8 Mbps Kualitas

Vera T. · 2 min baca · 7 jam lalu · 25 dibaca
Bisik.id
BAKTI Tingkatkan Kecepatan Internet 3T ke 6-8 Mbps Kualitas

Gambar atau konten salah?

BAKTI, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi yang berada di bawah Komdigi, mengumumkan perubahan strategi dalam penyediaan infrastruktur digital di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Fokusnya tidak lagi hanya pada keberadaan sinyal, melainkan pada kualitas dan kecepatan internet yang memadai.

Direktur Utama BAKTI, Fadhilah Mathar, menjelaskan evolusi kebijakan konektivitas. "Waktu Nawa Cita dulu, Bapak Presiden Jokowi menyampaikan bahwa yang penting akses masuk terlebih dahulu. Namun saat ini, melalui Asta Cita, Bapak Presiden Prabowo menyampaikan visi yang lebih progresif, bukan hanya sekadar ada akses, tapi tidak boleh ada sinyal yang lemah," tegasnya.

Mulai 01 Januari 2024, BAKTI tidak hanya membangun titik akses baru, tetapi juga meningkatkan kapasitas infrastruktur yang sudah ada di pelosok. Standar kecepatan internet di wilayah layanan BAKTI kini telah dinaikkan. "Yang awalnya 1 titik akses kami itu berkapasitas 2 Mbps, sekarang minimal sudah di angka 6 hingga 8 Mbps," jelasnya.

Secara nasional, BAKTI telah mengaktifkan akses internet gratis (Wi‑Fi) di 31.863 lokasi layanan publik, termasuk sekolah, fasilitas kesehatan, dan kantor desa. Selain itu, sebanyak 6.747 menara BTS 4G dibangun khusus untuk melayani wilayah yang tidak memiliki kelayakan komersial bagi operator swasta.

Menjangkau kualitas internet di wilayah 3T tidak lepas dari tantangan. Fadhilah mengungkapkan bahwa di masa lalu, kendala terbesar bukan sekadar anggaran, melainkan infrastruktur pendukungnya. Contohnya di Papua, di mana BAKTI siap membangun namun terhambat oleh ketiadaan kapasitas satelit. Rintangan ini teratasi setelah pemerintah meluncurkan satelit Satria‑1 pada awal 2024.

Prioritas utama BAKTI adalah menuntaskan 100% konektivitas di seluruh wilayah permukiman. Fase berikutnya, yakni periode 01 Januari 2020 hingga 31 Desember 2029, pemerintah menargetkan cakupan geografis. "Geografis artinya di mana pun kita lewat‑di jalan, di gunung, di hutan, bahkan di laut‑sinyal itu tidak akan terputus," tambah Fadhilah.

Dengan pergeseran fokus dari sekadar kuantitas akses menjadi kualitas konektivitas, pemerintah berharap inklusi digital dapat dirasakan secara adil. Akibatnya, roda ekonomi digital di ujung‑ujung negeri dapat bergerak lebih cepat. BAKTI berupaya memastikan setiap titik sinyal memenuhi standar kecepatan yang memadai, sehingga akses internet tidak hanya hadir tapi juga berguna bagi masyarakat.

BAKTIinfrastruktur digital3Tkecepatan internetsatelit Satria-1akses Wi‑FiBTS 4Gkonektivitas

Komentar

Memuat komentar...