BI Catat Indeks Keyakinan Konsumen September Turun Tipis ke 118,1
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada September 2026 berada di angka 118,1. Angka ini sedikit melorot jika dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang sebesar 120,9. Meski turun, bank sentral menilai optimisme masyarakat terhadap ekonomi masih terjaga.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan hal tersebut dalam keterangan resminya pada Kamis, 08 Oktober 2026. Menurutnya, ketahanan keyakinan konsumen ini tidak lepas dari peran Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang justru menguat. IEK tercatat sebesar 128,7 pada September, naik tipis dari posisi bulan sebelumnya yang berada di angka 127,6. Angka ini menggambarkan harapan masyarakat terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan masih positif.
Di sisi lain, pandangan responden terhadap kondisi ekonomi saat ini, yang direpresentasikan lewat Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE), masih berada di zona optimis. IKE tercatat 107,5. Hanya saja, capaian ini memang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang menyentuh 109,4.
Kalau ditelisik lebih dalam berdasarkan kelompok pengeluaran, mayoritas masyarakat masih optimistis dengan penghasilan mereka saat ini. Namun, ada satu kelompok yang justru berada di level pesimis, yakni kelompok dengan pengeluaran Rp 1-2 juta per bulan. Sementara itu, indeks keyakinan tertinggi justru dipegang oleh kelompok dengan pengeluaran di atas Rp 5 juta, yang angkanya mencapai 121,4.
Dari sisi tingkat pendidikan, persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja juga menarik untuk dicermati. Responden dengan latar belakang pendidikan akademi/diploma, sarjana, dan pascasarjana masih memandang peluang kerja dengan optimis. Berbeda dengan responden berpendidikan SMA, yang justru berada di level pesimis. Indeks untuk kelompok ini turun ke angka 96,9.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa meskipun ada sedikit penurunan pada indikator utama, fundamental optimisme konsumen di Indonesia masih cukup kuat. Penurunan IKK yang tipis ini lebih disebabkan oleh melemahnya persepsi terhadap kondisi saat ini, sementara ekspektasi ke depan justru membaik. Artinya, masyarakat masih menaruh harapan pada perbaikan ekonomi di masa mendatang, meski ada sedikit tekanan pada kondisi hari ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
