BMKG Peringatkan Banjir Rob Pasti 3‑7 & 12‑20 Mei 2026
Gambar atau konten salah?
BMKG mengingatkan potensi banjir rob yang diperkirakan akan terjadi pada 3-7 Mei 2026 dan 12-20 Mei 2026. Banjir rob, atau air rob, biasanya muncul ketika muka air laut naik tinggi dan menutupi daratan pesisir.
Menurut Sutarno, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi di BMKG Maritim Tanjung Perak, banjir rob terjadi karena kenaikan muka air laut yang menggenangi wilayah pesisir. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini biasa terjadi pada fase bulan purnama dan bulan baru, karena gravitasi bulan memicu pasang air laut.
"Faktor pasang air laut sulit dihindari karena di luar kuasa manusia hal ini pula yang menjadikan air rob sebagai banjir langganan bagi daerah-daerah pesisir," kata Sutarno.
Sutarno menambahkan bahwa banjir rob dapat mengganggu aktivitas manusia, seperti bongkar muat di pelabuhan, transportasi, serta petani garam dan nelayan darat. Ia juga menegaskan bahwa BMKG akan mengirim peringatan dini saat waktu kejadian semakin dekat.
"Ini Mei nanti ada peringatan dini kalau sudah dekat," jelasnya.
Selain gravitasi bulan, ada faktor lain yang memperparah banjir rob. Pemanasan global menyebabkan es di kutub mencair, eksploitasi air tanah berlebihan menurunkan permukaan tanah, dan kerusakan ekosistem pesisir, seperti hilangnya hutan mangrove. Kondisi topografi wilayah yang rendah, alih fungsi lahan rawa dan sawah menjadi permukiman, penyempitan bantaran sungai, serta kebiasaan membuang sampah ke sungai juga memperparah situasi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memantau informasi terbaru, khususnya dari BMKG Tanjung Perak Surabaya. Peringatan dini akan dikirim saat waktu kejadian semakin dekat.
Sehari sebelumnya, pada 22 April 2026, terjadi genangan akibat banjir rob di kawasan Jalan Kalimas dan Jalan Kalianak. Ketinggian air mencapai 25 cm dan sempat mengganggu aktivitas di sekitar pelabuhan dan pesisir. Kondisi tersebut telah surut sejak Rabu lalu.
"Biasanya air rob mulai naik sekitar pukul 10.30-12.00 WIB. Kerap terjadi saat awal bulan dan saat bulan purnama," jelas Sutarno.
Dengan pemahaman tentang faktor-faktor penyebab dan tanda-tanda awal, masyarakat di wilayah pesisir dapat lebih siap menghadapi banjir rob. Menyadari bahwa fenomena ini tidak dapat dihindari, langkah-langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan sungai dan memperhatikan peringatan BMKG menjadi kunci untuk mengurangi dampak banjir rob di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
Adik Prabowo Menang Lelang Blok Gas Natuna D-Alpha
Thailand Hidupkan Proyek Jalur Darat Rp 533 Triliun
Malaysia Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Rp21.000 Per Liter
KSP Targetkan Satu Juta Jargas Rampung 2028
Pemerintah Lelang 8 Blok Migas Tahap II 2026
Indonesia Siap Produksi Bensin dari Batu Bara
Prabowo: Indonesia Siap Produksi Bensin dari Batu Bara