Bobot Saham Indonesia di MSCI Berkurang, BEI Siap Hapus HSC

Arif S. · 2 min baca · 23 hari lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Bobot Saham Indonesia di MSCI Berkurang, BEI Siap Hapus HSC

Gambar atau konten salah?

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa bobot saham Indonesia dalam indeks global MSCI akan berkurang. Penurunan ini diharapkan terjadi karena kemungkinan keluarnya beberapa saham Indonesia dari indeks tersebut. Dengan bobot yang lebih rendah, investasi asing di pasar modal Indonesia diharapkan menurun.

MSCI akan mengeluarkan saham-saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau kepemilikan terkonsentrasi tinggi. Menurut Jeffrey Hendrik, penanggung jawab sementara Direktur Utama BEI, “Jadi, kalau itu dilakukan oleh MSCI dan tidak ada saham baru yang masuk dalam MSCI, kita dalam jangka pendek akan melihat mungkin saja weighting Indonesia turun.” Ia menyampaikan hal tersebut pada acara Investor Relations Forum di Main Hall BEI, Jakarta Selatan, Senin, 11 Mei 2026.

Sejalan dengan rencana MSCI, Jeffrey menyatakan bahwa BEI telah mengeluarkan saham-saham HSC dari papan perdagangan utama, yaitu LQ45, IDX80, dan IDX30. Langkah ini dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas dan transparansi pasar modal Indonesia.

Hingga saat ini, terdapat sepuluh saham yang termasuk dalam kategori HSC. Kategori tersebut pertama kali diumumkan oleh BEI pada awal April 2025. “Saham-saham yang masuk di dalam High shareholding concentration itu sudah kami keluarkan dari prime index kami IDX80, LQ45, dan IDX30. MSCI sudah menyatakan akan melakukan hal yang sama,” jelas Jeffrey.

Ia menilai penyesuaian bobot akibat kebijakan HSC adalah pil pahit yang harus ditelan pasar modal Indonesia. Namun ia yakin bahwa pertumbuhan pasar modal akan lebih sehat dengan penambahan bobot saham dalam indeks MSCI. “Kami mengibaratkan apa yang kita lakukan saat ini adalah pil pahit jangka pendek yang kita telan untuk kesehatan jangka panjang kita. Untuk long term kami optimis weighting Indonesia akan naik di MSCI,” pungkasnya.

Informasi tambahan: MSCI akan mengumumkan rebalancing saham Indonesia pada Selasa, 12 Mei 2026. Dalam pengumumannya, MSCI akan mengeluarkan saham-saham HSC sekaligus mempertahankan pembekuan rebalancing Mei 2026.

Menurut pengumuman BEI pada awal April 2025, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masuk dalam kategori HSC. DSSA memiliki struktur kepemilikan yang dikuasai segelintir pihak sebesar 95,76 % dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat. BREN memiliki kepemilikan terkonsentrasi sebesar 97,31 % dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.

Kedua saham ini tercatat sebagai penghuni indeks MSCI berdasarkan hasil rebalancing tahun lalu. Namun, berdasarkan pengumuman MSCI terbaru, keduanya kini terancam dicoret karena masuk dalam kategori HSC.

Dengan penyesuaian bobot ini, pasar modal Indonesia menghadapi tantangan jangka pendek. Namun, langkah ini diharapkan memperkuat struktur kepemilikan dan meningkatkan kualitas indeks global, sehingga dapat menarik minat investor asing di masa depan.

Bursa Efek IndonesiaMSCIHigh Shareholding Concentrationbobot sahampasar modal Indonesiainvestor asing

Komentar

Memuat komentar...