Buffett Lepas Kursi Chairman, Howard Gantikan
Gambar atau konten salah?
Warren Buffett secara resmi melepas jabatannya sebagai Ketua Dewan atau Chairman Berkshire Hathaway. Pria berusia 96 tahun itu kini menyandang posisi baru sebagai ketua emeritus di perusahaan investasi raksasa tersebut.
Kursi chairman yang ditinggalkan Buffett langsung diisi oleh putranya, Howard Buffett. Howard sudah duduk di jajaran dewan direksi Berkshire sejak tahun 1993. Perombakan struktur puncak perusahaan ini merupakan babak lanjutan dari proses suksesi yang sudah direncanakan sejak lama.
Sebelumnya, pada Mei 2025, Buffett mengumumkan rencana pensiunnya. Ia kemudian menyerahkan jabatan Chief Executive Officer (CEO) kepada Greg Abel pada awal 2026. Kini, dengan mundurnya Buffett dari kursi chairman, proses transisi kepemimpinan di Berkshire hampir sepenuhnya rampung.
Buffett mengungkapkan bahwa keputusan mundur ini sebagian didorong oleh kinerja Greg Abel yang melampaui ekspektasinya. Namun, ia juga jujur mengakui faktor utama lainnya: usianya. Dalam surat kepada para pemegang saham, Buffett bahkan melontarkan candaan khasnya. Ia menulis bahwa cicitnya yang baru berusia satu tahun kini sudah bisa bergerak sedikit lebih cepat dari dirinya akhir-akhir ini.
"Waktu selalu menang. Tapi, waktu sudah bermurah hati kepada saya. Ia memberi saya kesempatan untuk melihat Berkshire mencapai titik di mana saya lebih yakin dari sebelumnya tentang apa yang ada di depan," tulis Buffett dalam surat tersebut, dikutip dari CNN, Sabtu (19 September 2026).
Menariknya, pasar tidak bereaksi berlebihan. Saham Berkshire (BRK.A) tidak mengalami perubahan signifikan setelah pengumuman pengunduran diri Buffett. Ini menunjukkan investor sudah mengantisipasi langkah ini sejak lama.
"Pengaruh Warren terhadap Berkshire dan para pemiliknya tidak tertandingi dalam sejarah bisnis Amerika," puji Greg Abel, penerus Buffett, dalam sebuah pernyataan resmi.
Warren Buffett membangun Berkshire Hathaway dari perusahaan tekstil yang hampir bangkrut menjadi salah satu konglomerat terbesar di dunia. Proses suksesi yang berjalan bertahap—dari penyerahan jabatan CEO hingga kini kursi chairman—menunjukkan bagaimana Buffett ingin memastikan perusahaannya tetap kokoh bahkan tanpa dirinya di pucuk pimpinan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Emas Antam Naik Rp36 Ribu per Gram dalam Sepekan
Pertamina Kembali Jadi Perusahaan dengan Pendapatan Tertinggi
Rak Besi Transmart Turun Rp1,2 Juta, Diskon 50+20%
BPK Mulai Audit Laporan Keuangan Danantara 2025
Kecelakaan KM Virgo: Jangan Terburu Simpulkan
Transmart Full Day Sale, Diskon Peralatan Makan Mulai Rp12 Ribu