Cadangan Devisa Indonesia Rp 2,529 Triliun Akhir April 2026

Ika P. · 2 min baca · 27 hari lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Cadangan Devisa Indonesia Rp 2,529 Triliun Akhir April 2026

Gambar atau konten salah?

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 sebesar US$ 146,2 miliar atau setara Rp 2,529 triliun (kurs Rp 17.300). Jumlah ini turun dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar US$ 148,2 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan penurunan posisi cadangan devisa dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah. Ia menambahkan, “Perkembangan ini dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan global bond pemerintah di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah,” kata Denny dalam keterangan tertulis, Jumat (8 Mei 2026).

BI menilai cadangan devisa pada akhir April 2026 setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. “Berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” jelas Denny.

Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik berkat posisi cadangan devisa yang memadai dan aliran masuk modal asing. Hal ini sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik. “BI terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Posisi cadangan devisa yang masih di atas standar internasional menunjukkan bahwa Indonesia memiliki buffer yang cukup untuk menanggapi fluktuasi pasar global. Kestabilan nilai tukar rupiah dan cadangan devisa yang kuat membantu menjaga stabilitas makroekonomi, sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah untuk melanjutkan kebijakan fiskal dan moneter yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

cadangan devisaBank Indonesiasukuk globalutang luar negerinilai tukar rupiahstabilitas makroekonomipertumbuhan berkelanjutan

Komentar

Memuat komentar...