Chemical & Agritech Expo 2026 Resmi Dibuka

Ani R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Chemical & Agritech Expo 2026 Resmi Dibuka

Gambar atau konten salah?

Dua pameran industri besar, Chemical Indonesia 2026 dan INAGRITECH 2026, resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai 28 Juli 2026 hingga 30 Juli 2026. Tujuan utamanya adalah mempertemukan para pemain industri untuk mendorong hilirisasi, mengubah cara kerja manufaktur, dan memodernisasi pertanian Indonesia.

Pameran ini mendukung target pemerintah. Pemerintah ingin memperkuat hilirisasi, menaikkan nilai tambah dari sumber daya alam, dan memperkuat ketahanan pangan. Harapannya, langkah ini bisa menciptakan industri yang lebih produktif, inovatif, dan mampu bersaing di pasar global.

Industri kimia punya peran penting. Sektor ini menjadi pemasok bahan baku untuk banyak bidang lain. Mulai dari otomotif, elektronik, konstruksi, energi, makanan dan minuman, sampai farmasi. Di sisi lain, pertanian juga berubah. Teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), drone, dan precision farming mulai dipakai untuk menaikkan efisiensi dan produktivitas.

GEM Indonesia, sebagai penyelenggara, menghadirkan lebih dari 450 peserta pameran. Mereka menargetkan sekitar 35 ribu pengunjung profesional. Pesertanya berasal dari pelaku industri, manufaktur, distributor, importir, pemerintah, akademisi, hingga investor.

Beragam inovasi dipamerkan. Ada bahan kimia industri, petrokimia, teknologi proses, peralatan laboratorium, specialty chemicals, mesin pertanian, sistem irigasi, smart farming, precision agriculture, teknologi rumah kaca, dan solusi pengolahan pascapanen.

Selain area pameran, Chemical Indonesia 2026 dan INAGRITECH 2026 juga mengadakan seminar dan forum diskusi. Topik yang diangkat cukup beragam. Mulai dari hilirisasi industri, transformasi digital manufaktur, keberlanjutan (sustainability), ekonomi sirkular (circular economy), kimia hijau (green chemistry), ketahanan pangan, sampai penerapan teknologi pertanian modern.

Presiden Direktur GEM Indonesia, Baki Lee, menyampaikan pernyataan. Menurutnya, Indonesia punya potensi besar untuk menjadi pusat industri manufaktur dan agribisnis di kawasan. "Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat industri manufaktur dan agribisnis di kawasan. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan inovasi, teknologi, dan kolaborasi yang mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan. Chemical Indonesia dan INAGRITECH hadir sebagai platform yang mempercepat terciptanya ekosistem tersebut," kata Baki Lee dalam keterangan tertulis pada Rabu, 29 Juli 2026.

GEM Indonesia berharap pameran ini bisa memperkuat kerja sama antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, asosiasi, akademisi, dan investor. Tujuannya untuk mempercepat transformasi industri nasional. Pameran ini dianggap sebagai platform strategis untuk memperluas jaringan bisnis, mendorong investasi, memperkenalkan inovasi terbaru, dan mendukung industri kimia serta pertanian Indonesia yang lebih maju, efisien, dan berkelanjutan.

Singkatnya, pameran ini bukan sekadar ajang pameran biasa. Acara ini menjadi titik temu bagi berbagai pihak yang ingin mendorong perubahan di sektor kimia dan pertanian. Dengan jumlah peserta dan pengunjung yang ditargetkan cukup besar, terlihat ada optimisme bahwa kolaborasi lintas sektor bisa mempercepat hilirisasi dan modernisasi. Fokus pada teknologi seperti AI dan IoT di sektor pertanian, serta kimia hijau dan ekonomi sirkular di industri kimia, menunjukkan arah yang ingin dituju: industri yang tidak hanya produktif, tetapi juga lebih ramah lingkungan.

Chemical Indonesia 2026INAGRITECH 2026hilirisasimodernisasi pertanianketahanan panganteknologi pertanianinovasi industri

Komentar

Memuat komentar...