Dalic Menyesal Modric Akhiri Piala Dunia dengan Pahit
Gambar atau konten salah?
Pelatih tim nasional Kroasia, Zlatko Dalic, mengungkapkan penyesalannya. Ia merasa bersalah karena Luka Modric harus mengakhiri perjalanan Piala Dunia dengan cara yang pahit. Kroasia tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Portugal.
Pertandingan berlangsung di Toronto Stadium pada Jumat, 03 Juni 2026. Babak 32 besar ini menjadi ajang perpisahan yang menyakitkan bagi Modric. Kroasia sempat unggul lebih dulu. Ivan Perisic mencetak gol pada menit ke-53. Namun, Portugal berhasil membalikkan keadaan.
Cristiano Ronaldo menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti pada menit ke-67. Goncalo Ramos kemudian memastikan kemenangan Portugal di menit ke-90+4. Di akhir laga, Kroasia sempat mencetak gol penyama kedudukan lewat Josko Gvardiol. Sayangnya, gol tersebut dianulir. Wasit menilai Mario Pasalic dalam posisi offside saat memantulkan bola ke arah Gvardiol.
Kekalahan ini kemungkinan besar menjadi akhir karier Luka Modric di Piala Dunia. Gelandang AC Milan itu kini sudah berusia 41 tahun. Modric mengakhiri perjalanannya di turnamen sepak bola terbesar dunia dengan hasil yang mengecewakan. Sebelumnya, ia menorehkan prestasi gemilang bersama Kroasia. Ia membawa timnya menjadi runner-up Piala Dunia 2018. Empat tahun kemudian, ia mengantarkan Kroasia meraih peringkat ketiga di Piala Dunia 2022.
Dalic sangat emosional. Ia merasa tidak bisa membalas kontribusi besar Modric untuk tim nasional Kroasia. Menurut Dalic, Modric telah menunjukkan kualitas dan karakter yang luar biasa sebagai kapten. Modric total mencatatkan 202 penampilan untuk Kroasia dan menyumbang 29 gol.
"Ini mungkin Piala Dunia terakhirnya, dan saya menyesal bahwa itu berakhir seperti ini. Dia telah menunjukkan kualitas dan karakternya, dan tentu saja dia memimpin Kroasia hingga akhir," ujar Dalic.
Kiprah Modric di Piala Dunia memang luar biasa. Ia adalah pemain kunci yang membawa Kroasia, negara kecil dengan populasi sekitar empat juta jiwa, menjadi kekuatan besar di sepak bola dunia. Namun, usia tidak bisa dibohongi. Kekalahan dari Portugal menjadi titik akhir yang pahit bagi sang kapten.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Messi Pecahkan Rekor: Top Skor Dua Edisi Piala Dunia
Maroka Unggul Lawan Kanada di 16 Besar
16 Tim Bertahan di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Klopp Dihubungi DFB, tapi Kontrak Red Bull Jadi Penghalang
Prancis vs Paraguay: Rekor Buruk Menanti di 16 Besar Piala Dunia
Tuchel Akui Ketinggian Azteca Jadi Keunggulan Meksiko
Berita Terbaru
Dalic Menyesal Modric Akhiri Piala Dunia dengan Pahit
Tes Penampilan IPDN 2025: Postur Tubuh hingga Suara Diperiksa
Transmart Full Day Sale: Diskon 50%+20% Besok
Bayi Ditemukan Hidup di Toilet Kereta Api Sancaka
Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Sukabumi
Messi Pecahkan Rekor: Top Skor Dua Edisi Piala Dunia
Secure Luncurkan Dua Kunci Pintar, Mulai Rp1,5 Juta
