Diskusi IGRS Bahas Tantangan Penerapan Sistem Rating Game

Maya K. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 43 dibaca
Bisik.id
Diskusi IGRS Bahas Tantangan Penerapan Sistem Rating Game

Gambar atau konten salah?

Kegiatan buka puasa bersama yang diadakan oleh UniPin dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Rabu (11/03/2026) menjadi wadah diskusi penting bagi industri game di Jakarta. Acara ini mempertemukan para pelaku industri, penerbit game, dan regulator untuk membahas berbagai kendala penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) di Indonesia.

Diskusi ini berfokus pada 'Tantangan Game Publishers dalam Implementasi IGRS'. Tujuannya adalah menggali pandangan langsung dari pelaku industri mengenai penerapan sistem klasifikasi game nasional ini.

Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Gim Komdigi, Tita Ayuditya Surya, menjelaskan bahwa IGRS adalah layanan untuk mengklasifikasikan konten game. Sistem ini memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kesesuaian usia pemain. "IGRS memfasilitasi produk gim untuk diklasifikasikan berdasarkan muatan kontennya, lalu dikelompokkan ke dalam kategori usia tertentu," ujar Tita saat diskusi di GoWork Pacific Place.

Tita menegaskan bahwa kebijakan ini wajib bagi semua penerbit game yang memasarkan produknya di Indonesia. Pemerintah menekankan bahwa sistem rating ini bukan bertujuan menyensor atau membatasi kreativitas pengembang. "Kehadiran IGRS bukan untuk melarang atau menambah beban industri. Tujuannya memberikan informasi kepada pengguna tentang konten gim dan rating usianya," tambahnya.

Komdigi telah merancang sistem layanan rating agar publisher mudah menggunakannya. Selain klasifikasi, IGRS juga menyediakan layanan konsultasi dan penanganan aduan bagi pelaku industri.

GM Business Global UniPin, Poeti Fatima, menyatakan bahwa UniPin terus mendukung inisiatif yang mendorong kepatuhan industri game demi pertumbuhan ekosistem yang berkelanjutan. Sebagai platform hiburan digital dan penyedia top-up game, UniPin melihat implementasi IGRS memerlukan kolaborasi erat antara regulator dan pelaku industri.

"Melalui forum diskusi ini, kami berharap dapat membuka ruang dialog yang konstruktif untuk saling berbagi perspektif, memahami tantangan yang dihadapi game publishers, serta bersama-sama mencari solusi terbaik demi mendukung pertumbuhan ekosistem game yang sehat dan berkelanjutan," kata Poeti Fatima.

Poeti Fatima mengungkapkan bahwa banyak penerbit game global belum sepenuhnya memahami regulasi rating game di Indonesia. UniPin secara aktif menyosialisasikan kewajiban klasifikasi IGRS kepada mitra publisher sebelum mereka merilis game di pasar Indonesia. "Banyak publisher yang sebenarnya ingin patuh, tapi mereka melihat ini sebagai sesuatu yang baru. Peran kami adalah membantu menjelaskan bahwa IGRS bukan sesuatu yang menakutkan, justru bisa melindungi industri dan pengguna," jelasnya.

UniPin berperan menjembatani komunikasi antara pemerintah dan pelaku industri agar penerapan IGRS berjalan lebih lancar.

Indonesia Game Rating System (IGRS) adalah sistem klasifikasi game berdasarkan konten dan kelompok usia yang dikembangkan pemerintah. Tujuannya membantu masyarakat, terutama orang tua, memilih game yang sesuai usia dan melindungi pengguna dari konten yang tidak pantas. IGRS mengklasifikasikan game ke dalam kategori usia seperti 3+, 7+, 13+, 15+, hingga 18+. Klasifikasi ini didasarkan pada unsur konten seperti kekerasan, bahasa, tema sensitif, dan elemen perjudian dalam permainan.

Selain diskusi teknis, acara iftar tersebut juga mempererat hubungan antar pelaku industri melalui sesi silaturahmi dan jaringan informal. UniPin berharap dialog antara regulator dan pelaku industri terus berlanjut agar implementasi IGRS semakin efektif mendukung perkembangan industri game Indonesia ke depan.

Ringkasan:

Pertemuan antara UniPin dan Komdigi pada (11/03/2026) membahas tantangan implementasi IGRS. Komdigi menegaskan IGRS berfungsi sebagai panduan usia konten game, bukan sensor. UniPin berperan menyosialisasikan regulasi ini kepada publisher global yang masih kurang memahami aturan rating game di Indonesia. Kedua pihak sepakat kolaborasi diperlukan untuk memastikan sistem klasifikasi game nasional ini berjalan efektif demi ekosistem game yang sehat.

IGRSKlasifikasi GameKomdigiUniPinRegulasi GameIndustri GamePenerbit Game

Komentar

Memuat komentar...