Pengembang Game Keluhkan 55.000 Pengembalian Dana di Steam
Gambar atau konten salah?
Seorang pengembang game bernama Mateo Covic mengalami situasi yang cukup tidak mengenakkan. Ia membuat game yang ternyata laris dan disukai banyak pemain. Namun di sisi lain, puluhan ribu gamer justru meminta uang mereka kembali.
Covic menceritakan pengalaman ini di akun X miliknya (dulu dikenal sebagai Twitter). Ceritanya menyebar luas di kalangan komunitas gamer. Ia mengungkapkan bahwa angka pengembalian dana mencapai sekitar 21 persen dari total pembeli game karyanya.
"Ini seharusnya tidak mungkin terjadi @Steam. Akan sangat keren kalau kalian akhirnya bisa melakukan sesuatu dengan kebijakan soal pengembalian dana. Mendapat puluhan ulasan seperti itu dan tingkat pengembalian 21 persen meskipun ulasan 90 persen sangat positif. Omong-omong, itu lebih dari 55.000 pengembalian," tulis Covic di media sosialnya pada Kamis, 16 Juli 2026.
Covic menjelaskan bahwa game buatannya memiliki waktu bermain sekitar 3,5 jam untuk versi lengkap, belum termasuk versi demo. Untuk versi demo, pemain bisa mencobanya secara gratis selama kurang lebih 40 menit.
"Jadi game ini direncanakan untuk diluncurkan dengan total 4 jam gameplay. Ada banyak ulasan dengan 5+ jam dan bahkan 20+ jam," ujarnya.
Namun game ini tidak luput dari kritik setelah seorang speedrunner berhasil menyelesaikannya hanya dalam waktu 1-2 jam. Para pemain yang berhasil melakukannya memberikan komentar yang terkesan menyindir Covic, memintanya untuk membuat game yang lebih panjang dari dua jam.
Masalah utamanya ternyata berkaitan dengan aturan Steam tentang pengembalian dana. Melalui unggahannya di X, Covic mengkritik Steam karena mengizinkan pemain mendapatkan pengembalian dana penuh untuk game apa pun yang dimainkan kurang dari dua jam.
Kebijakan ini sebenarnya dibuat untuk memastikan pemain merasa puas. Namun menurut Covic, aturan ini justru menjadi hukuman bagi pembuat game dengan durasi permainan yang lebih pendek.
Game yang dibuat Covic berjudul Paddle Paddle Paddle. Game ini memiliki gameplay yang unik dan dijual dengan harga murah, yaitu Rp 44.999. Saat ini, game tersebut sedang diskon menjadi Rp 26.999.
"Orang-orang benar-benar menyukai game ini. Anda tidak bisa mengatakan bahwa game ini buruk atau sampah jika Anda bahkan belum memainkannya, dan cara paling mendasar untuk memeriksa apakah ada masalah dengan game ini adalah dengan memeriksa ulasannya," pungkasnya.
Terakhir, ia mengatakan bahwa masalah sebenarnya adalah para gamer PC sepertinya membenci game yang lebih pendek dan tidak mau membayar untuk itu. Sekarang, Covic mengaku sudah mengerti polanya, tetapi ia menyampaikan bahwa tidak ada alasan untuk menghinanya atau game ini seperti yang dilakukan banyak orang di kolom komentar.
Kejadian ini menunjukkan bagaimana kebijakan pengembalian dana di platform distribusi game digital bisa berdampak besar bagi pengembang kecil. Meskipun game mendapat ulasan positif, aturan yang memungkinkan pengembalian dana dalam waktu dua jam bermain bisa menjadi bumerang bagi game-game pendek. Para pengembang indie seperti Covic harus menghadapi kenyataan bahwa model bisnis ini kadang tidak berpihak pada mereka yang membuat game dengan durasi singkat namun berkualitas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Game Sepak Bola 4v4 dari Karakter Free Fire Hadir di Android
3 Tim Indonesia Berlaga di EWC 2026 Free Fire Hari Ini
Grand Theft Auto PS2 Masih Populer hingga Kini
MWI 2026: Duel Hidup Mati Tim Indonesia Hari Ini
MWI 2026: Dua Tim Indonesia Berlaga Hari Ini
Steam Raup Pendapatan Rp 201 Triliun di 2026
Berita Terbaru
Pengembang Game Keluhkan 55.000 Pengembalian Dana di Steam
Gibran Tegas: Tak Boleh Beda Pasien BPJS dan Umum
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Satu Siswa Baru di SD Ciamis, MPLS Ditunda
Harga Daging Sapi di Lamongan Naik, Pedagang Bakso Terimpit
10 Tempat Wisata di Tangerang, Akses KRL Mudah
Ramalan Final Piala Dunia 2026 dari 2021 Viral
Inggris Gagal Lagi, Argentina Balikkan Keadaan
Lelang Amal Memorabilia Piala Dunia 2026 Mulai 100 Dolar AS
Bagnaia Jalani Operasi Lengan saat Libur MotoGP