Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari

Maya K. · 2 min baca · 1 jam lalu · 35 dibaca
Bisik.id
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari

Gambar atau konten salah?

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat terhadap rupiah, menembus level Rp 18.000. Pada pagi hari Kamis, 04 Juni 2026, data dari Investing menunjukkan dolar AS naik 49,4 basis poin atau 0,28 %, mencapai Rp 18.015. Kurs tersebut berfluktuasi di antara Rp 17.937 dan Rp 18.024 sepanjang hari.

Google Finance mencatat nilai dolar AS sempat mencapai Rp 18.010 pada pukul 23.23 UTC (06.23 WIB). Beberapa menit kemudian, pada pukul 00.15 UTC (07.15 WIB), kurs turun menjadi Rp 17.971. Pergerakan ini menandakan volatilitas yang masih tinggi di pasar mata uang.

Bloomberg melaporkan bahwa nilai tukar dolar menguat 0,71 % secara harian, dengan level terakhir di Rp 17.966. Data ini menegaskan tren kenaikan yang konsisten, meski masih berada di bawah ambang Rp 18.000.

Bank Indonesia (BI) sudah mengutarakan perhatian terhadap melemahnya rupiah. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan pihaknya akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik. “Selain itu, hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal,” ujarnya.

Dalam keterangan tertulis pada Rabu, 03 Juni 2026, Denny menambahkan, “BI terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan.”

Mulai 02 Juni 2026, BI memberlakukan batasan pembelian valas tunai terhadap rupiah tanpa underlying sebesar US$ 25.000 per pelaku per bulan. Kebijakan ini bertujuan menstabilkan pasar dan mencegah lonjakan likuiditas yang tidak terkendali.

BI juga mendorong penggunaan mata uang lokal dalam kerja sama bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT). Kerja sama ini telah terjalin dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab, sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan memitigasi risiko volatilitas nilai tukar.

Secara keseluruhan, pergerakan dolar AS yang terus menguat menandakan tekanan pada rupiah. BI mengambil langkah-langkah kebijakan dan kerja sama regional untuk menjaga stabilitas pasar, sementara data pasar menunjukkan fluktuasi harian yang masih signifikan.

nilai tukar dolarrupiahBank IndonesiavolatilitasLocal Currency Transactionkebijakan valaspasar mata uangkestabilan nilai tukar

Komentar

Memuat komentar...