Dorong UMKM Pakai Kemasan Ramah Lingkungan, Plastik Naik 30-60%

Rini S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Dorong UMKM Pakai Kemasan Ramah Lingkungan, Plastik Naik 30-60%

Gambar atau konten salah?

Harga plastik di Indonesia sedang naik drastis akibat konflik di Timur Tengah. Di Surabaya, kenaikan ini terasa kuat, sehingga pemerintah kota meminta pelaku usaha beralih ke kemasan ramah lingkungan.

Mia Santi Dewi, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik saat ini cukup signifikan. “Memang kenaikan harga plastik sekarang ini cukup signifikan ya, sekitar 30 sampai 60 persen. Jadi memang dipacu pasokan global dan harga energi di dunia yang tidak bisa kita hindari,” kata Mia pada 07 April 2026.

Menurut Mia, kenaikan harga plastik sudah dirasakan pelaku usaha utama. Dampaknya langsung menambah biaya produksi, dan jika tidak diantisipasi, bisa memicu kenaikan harga jual. “Memang terasa dengan perubahan atau kenaikan harga plastik ini, tapi kita melakukan pendampingan UKM. Antara lain dengan inovasi terhadap kemasan, karena pasti akan berpengaruh dengan harga biaya produksi,” jelasnya.

Oleh karena itu, pemkot mendorong UMKM Surabaya mulai beralih ke alternatif kemasan non-plastik yang lebih efisien dan ramah lingkungan. “Jadi kita mencoba mendampingi untuk inovasi kemasan di UKM, tidak lagi dengan plastik, tapi dengan bahan-bahan lain yang bisa menekan biaya produksinya,” ujarnya.

Mia menyatakan bahwa keluhan pelaku usaha terkait kenaikan harga plastik belum terlalu banyak. Namun, pemkot tetap melakukan antisipasi menghadapi kemungkinan perkembangan ke depan. Selain mendorong substitusi kemasan, Dinkopumdag menilai perubahan pola distribusi dan penjualan dapat menjadi solusi jangka pendek. Salah satunya melalui penjualan dalam jumlah lebih besar untuk mengurangi penggunaan kemasan kecil berbahan plastik.

“Jadi kalau terkait dengan perdagangan pada umumnya ya mungkin kuantitas jual itu tidak lagi dikemas kecil-kecil. Tapi yang memang paling signifikan itu perubahan kemasan yang harus mulai dilakukan,” urainya.

Untuk menekan harga, pemkot Surabaya menjalin komunikasi dengan distributor agar rantai pasok dapat dipersingkat dan harga yang diterima pelaku usaha lebih kompetitif. “Kita komunikasi dengan distributor, kemudian kita hubungkan dengan para pedagang atau UMKM kita. Jadi lebih memutus rantai pasoknya supaya gak terlalu panjang,” pungkasnya.

Perubahan ini menandai langkah konkret Surabaya dalam menanggapi kenaikan harga plastik global. Pemerintah kota menekankan pentingnya inovasi kemasan dan efisiensi distribusi sebagai cara mengurangi dampak biaya bagi pelaku usaha. Dengan pendekatan ini, Surabaya berusaha menjaga kestabilan harga jual barang sekaligus mendukung tujuan lingkungan yang lebih bersih.

harga plastikSurabayaDinkopumdagUMKMkemasan non-plastikinovasi kemasanrantai pasokkestabilan harga

Komentar

Memuat komentar...