Es Krim Karimata 45 Tahun: Tradisi 100% Susu & Santan

Ningsih R. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 43 dibaca
Bisik.id
Es Krim Karimata 45 Tahun: Tradisi 100% Susu & Santan

Gambar atau konten salah?

Di kota Semarang, pada hari Sabtu, 11 April 2026, sebuah kunjungan ke toko es krim legendaris menambah warna cerah di tengah panasnya matahari. Toko itu sudah berdiri 45 tahun lalu, dan namanya Es Krim Karimata. Setiap butir es krim dibuat dengan 100% susu atau perasan santan asli, menjanjikan rasa yang autentik.

Gerbang rumah yang sekaligus pintu toko menampilkan dua bel. Satu bel terompet tua, satu lagi tombol modern. Ketika pelapak tidak mendengar suara bel, pelanggan dapat menekan tombol. Ketika tombol ditekan, bunyi “Tet…tot…tet…tot” terdengar di pintu rumah. Di depan pintu, berjejer berbagai varian es krim Karimata menunggu untuk diambil.

Seorang wanita membuka pintu, dan dari beranda rumah terlihat empat lemari pendingin berisi ratusan es krim Karimata. Ia menanyakan, “Mau pesan apa, Kak?” dengan senyum ramah. Pelanggan memilih tiga varian: vanila, stroberi, cokelat; durian; dan kopi.

Varian vanila, stroberi, dan cokelat berbentuk balok dengan tiga warna tidak mencolok: kuning, pink, dan cokelat. Es krim berukuran telapak tangan dibungkus plastik. Varian durian dan kopi dibungkus cup plastik. Semua varian memiliki tekstur yang sama: tidak selemut es krim biasa, namun setelah sekitar satu menit di luar kulkas, menjadi mudah dimakan. Varian pertama dapat langsung digigit, sementara dua varian lainnya memerlukan sendok kayu kecil.

Ketika pertama kali menggigit cokelat, rasa pahit dan lemak santan terasa di pangkal lidah. Selanjutnya, stroberi menampilkan keasaman buah fragaria vesca yang berpadu dengan susu. Vanila mengisi mulut dengan aroma khas. Semua rasa terikat kuat pada susu, menciptakan pengalaman menyantap ketiga varian sekaligus.

Durian memanjakan hidung dengan aroma khas buah tropis. Rasa durian tetap bertahan di lidah hingga akhir kepakan. Sedangkan kopi, dengan pahitnya kahwa, berpadu dengan susu dan gula, menciptakan sensasi kopi santan dalam es krim.

Pengalaman menambah keunikan ketika es krim Karimata disajikan bersama kerupuk simping. Kerupuk yang hambar dan renyah menjadi pasangan sempurna, menyeimbangkan kelembutan es krim. Kombinasi ini menjadi kenikmatan unik bagi para pengunjung.

Tempatnya terletak di Jalan Karimata nomor 44, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang. Foto diambil pada hari Sabtu, 11 April 2026, menampilkan suasana tradisional yang masih hidup.

Sejarah es krim Karimata dimulai pada tahun 1981 oleh Herlina Tanjung. Sebelumnya, Herlina adalah ibu rumah tangga yang berjualan es batu di rumahnya. “Pertama kali, Emak (Herlina) saya itu membuat es batu gitu. Jual es batu, lalu perlahan es lilin, dan kemudian jadilah tahun '81-an itu es krim ini,” jelas Mailani Carolina Wirawan, istri dari cucu Herlina dan generasi ketiga pelapak es krim Karimata, Reinaldo Hartanto.

Herlina berperan sebagai produsen es krim Karimata, sementara suaminya, Hadinoto Sudarso, melayani pelanggan. Resep es krim tetap diwariskan turun‑menurun. Carolina menjelaskan, “Ini full susu. Ada yang santan kalau misal alergi susu. Jadi, ada pasangannya yang durian coklat, terus kelapa muda coklat, nangka pandan sama kopi coklat itu kita full santan. Kita enggak ada tambahan air, full perasan santan sama susu full.”

Ia menambahkan, “Kita pakai 100% buah asli. Jadi kayak, misal, durian, kita juga pakai durian asli.” Dari segi gula, Carolina mengatakan, “Terus dari segi gula pun kita pakainya gula pasir. Jadi bukan pakai gula pengawet manis yang buatan gitu, enggak.”

Hingga kini, es krim Karimata hadir dalam 27 varian. Harga mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu. Pihaknya juga menyediakan tart es krim Karimata seharga Rp 255 ribu hingga Rp 300 ribu. “Dulu cuma beberapa, mungkin 10 (varian es krim Karimata) nggak sampai. Kalau sekarang 27 (varian) terus dikembangin,” ungkap Carolina.

Dengan tiga generasi yang terlibat, es krim Karimata tetap mempertahankan cita rasa asli. Penggunaan bahan 100% buah, susu, gula pasir, dan santan tanpa tambahan air menjaga keaslian rasa. Kelezatan es krim ini terus menarik pelanggan, baik yang mengenal sejak lama maupun yang baru pertama kali mencicipi.

Keberlanjutan resep dan rasa es krim Karimata menunjukkan bagaimana tradisi kuliner dapat dipertahankan melalui generasi. Meskipun pasar berubah, es krim ini tetap menjadi simbol warisan kuliner Semarang yang sederhana namun penuh makna.

Es Krim KarimataSemarang100% SusuSantanDurianKopiKerupuk SempingWarisan Kuliner

Komentar

Memuat komentar...