FTSE Russell Pertahankan BEI sebagai Emerging Market Sekunder
Gambar atau konten salah?
FTSE Russell tetap menempatkan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai Secondary Emerging Market pada klasifikasi pasar modal yang dipublikasikan pada 7 April 2026. Sebelumnya, BEI terancam turun ke kategori Frontier Market karena peringatan terkait transparansi dan integritas.
Perubahan ini muncul setelah BEI mengumumkan reformasi pasar modal yang mencakup peningkatan keterbukaan informasi pemegang saham, perluasan kategori klasifikasi investor, penetapan minimum free float, dan penguatan alat pengawasan. Semua langkah tersebut bertujuan memperkuat tata kelola dan kepercayaan pelaku pasar.
Menurut FTSE Russell, reformasi ini meningkatkan transparansi, integritas, dan tata kelola pasar modal secara keseluruhan. Mereka menegaskan bahwa BEI telah menerima laporan lengkap tentang perubahan tersebut.
“FTSE Russell akan terus memantau perkembangan implementasi serta berinteraksi dengan pelaku pasar untuk memperoleh masukan,” tulis mereka pada 8 April 2026.
Selanjutnya, FTSE Russell akan mengonfirmasi perlakuan terhadap saham-saham Indonesia menjelang rebalancing indeks pada Juni 2026. Rebalancing akan mempertimbangkan kemajuan reformasi pasar modal dan masukan dari para pemangku kepentingan.
“Pada tahap ini, status Indonesia sebagai pasar berkembang sekunder tetap tidak berubah. FTSE Russell tidak mempertimbangkan Indonesia untuk dimasukkan ke dalam Daftar Pantauan dan akan terus memantau kemajuan reformasi serta menjalin komunikasi dengan para pelaku pasar,” imbuhnya.
Dengan keputusan ini, BEI tetap berada di posisi yang stabil di mata investor global. Reformasi yang telah dilaksanakan menunjukkan komitmen Indonesia dalam meningkatkan kualitas pasar modal, sehingga menambah kepercayaan para investor asing dan domestik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
Berita Terbaru
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
