Gubernur Sumut Tindak Video Minta Bantuan Biaya Rumah Sakit

Wulan M. · 3 min baca · 2 jam lalu · 37 dibaca
Bisik.id
Gubernur Sumut Tindak Video Minta Bantuan Biaya Rumah Sakit

Gambar atau konten salah?

Video yang beredar di media sosial menunjukkan pasangan suami istri datang ke kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, untuk memohon bantuan. Mereka memohon agar Gubernur Bobby Nasution dapat membantu menanggung biaya pengobatan anak mereka yang sedang dirawat di rumah sakit.

Di dalam rekaman, ibu pasutri itu menjerit, “Bantu kami Pak, anak saya terbaring di rumah sakit Mitra Medika Premiere Pak, biayanya terlalu besar. Saya gak punya uang lagi, rumah sudah saya gadai untuk menebus biayanya Pak.”

Dia menambahkan, “Saya mohon Pak, mohon bantu saya Pak Bobby, kami rakyat kecil yang hanya nelayan. Saya gak tau kemana lagi, tolong kami Pak Bobby,” sambil bersujud bersama suaminya di depan foto Gubernur dan wakilnya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumatera Utara, Faisal Hasrimy, pihak Dinkes segera menindaklanjuti video tersebut. Tim Dinkes turun langsung ke rumah sakit untuk membantu keluarga pasien mendapatkan keringanan biaya.

Pasien, yang berusia beberapa tahun, pertama kali datang ke RS Pertamina Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, pada 31 Mei 2026. Ia mengalami luka tusuk akibat benda tajam dan segera mendapatkan penanganan gawat darurat.

Setelah stabil, dokter jaga menyarankan agar pasien dirujuk ke rumah sakit di Medan karena memerlukan penanganan spesialis Bedah Thoraks Kardiovaskular. Keluarga memilih RS Mitra Medika Premiere sebagai tempat perawatan lanjutan.

Namun rumah sakit tersebut tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, sehingga seluruh biaya pengobatan menjadi tanggungan pasien. Dari awal, keluarga sudah diberi penjelasan bahwa rumah sakit tidak bekerja sama dengan BPJS dan estimasi biaya pengobatan cukup besar.

“Sebelum operasi dilakukan, keluarga juga telah menandatangani surat persetujuan tindakan medis dengan estimasi biaya sekitar Rp 147 juta,” jelas Faisal dalam keterangan tertulisnya pada 06 Juni 2026.

Ketika keluarga menyatakan keberatan atas besarnya biaya, Dinkes Sumut bersama Direktur RS Pertamina Pangkalan Brandan menghubungi pihak RS Mitra Medika Premiere untuk meminta keringanan biaya. Setelah diskusi, tagihan total sebesar Rp 147 juta dikurangi menjadi Rp 129,574 juta.

“Keluarga pasien juga telah melakukan deposit sebesar Rp 45 juta, sehingga sisa tagihan menjadi Rp 84,574 juta,” tertera dalam penjelasan Faisal.

Selain potongan biaya, rumah sakit memberikan kelonggaran waktu pembayaran hingga 10 Juni 2026. “Ketika keluarga pasien belum dapat melunasi tagihan, pihak rumah sakit berkomitmen memberikan waktu pembayaran sampai 10 Juni 2026. Sementara itu, kami terus berupaya mencari solusi agar beban biaya dapat semakin berkurang,” ujarnya.

Faisal menegaskan bahwa kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang dijamin pemerintah melalui program Universal Health Coverage (UHC) dan Program Berobat Gratis (Probis) Sumut Berkah. Ia menambahkan, “Dinkes Sumut telah memberikan penjelasan dan edukasi kepada keluarga pasien, terkait mekanisme layanan UHC dan Probis Sumut Berkah. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program tersebut agar tidak terbebani biaya pengobatan.”

Menurut Faisal, UHC dan Probis Sumut Berkah merupakan program prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution dan H Surya. Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP.

“Banyak rumah sakit yang berkualitas dan sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir tidak mendapatkan pelayanan. Program UHC dan Probis Sumut Berkah menjadi prioritas Pak Gubernur Bobby Nasution. Bahkan belum genap setahun menjabat, program UHC sudah diluncurkan. Mari manfaatkan kemudahan ini agar masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk berobat,” pungkas Faisal.

Video ini menyoroti tantangan biaya pengobatan di Sumatera Utara, sekaligus menegaskan pentingnya pemanfaatan program kesehatan pemerintah. Kasus ini juga menegaskan bahwa meskipun fasilitas kesehatan tertentu tidak bekerjasama dengan BPJS, Dinkes Sumut tetap dapat membantu menurunkan beban biaya melalui negosiasi dan keringanan. Program UHC dan Probis Sumut Berkah, yang sudah diluncurkan kurang dari setahun, menawarkan solusi bagi masyarakat yang menghadapi biaya medis tinggi. Masyarakat diingatkan untuk memanfaatkan layanan ini guna menghindari beban finansial yang berat.

Bobby NasutionUHCProbis Sumut BerkahBPJS KesehatanRS Mitra Medika PremiereDinkes Sumutbiaya pengobatan

Komentar

Memuat komentar...