Keluarga Bimbang: Aktivitas Fisik Anak Pasca Infeksi Jantung
Gambar atau konten salah?
Orang tua sering merasa cemas ketika anaknya kembali beraktivitas setelah menjalani pengobatan infeksi jantung.
Apakah aktivitas fisik harus dibatasi? Pertanyaan ini muncul di antara keluarga yang mengamati pemulihan anak.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa tidak ada satu aturan yang berlaku untuk semua. Pembatasan aktivitas harus disesuaikan.
Setiap kondisi anak dievaluasi melalui gejala yang dirasakan, pemeriksaan fisik, dan hasil tes pendukung. Salah satu tes penting adalah ekokardiografi atau USG jantung.
Dengan pendekatan individual, dokter dapat menentukan tingkat aktivitas yang aman bagi setiap anak.
Kesimpulannya, keputusan tentang aktivitas fisik setelah infeksi jantung harus didasarkan pada evaluasi medis yang komprehensif, bukan kebijakan umum.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
