Hoaks Kereta: Rahim Terlepas Saat Melaju 80 km/jam

Iwan D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Hoaks Kereta: Rahim Terlepas Saat Melaju 80 km/jam

Gambar atau konten salah?

Hoaks sering muncul ketika penemuan baru terjadi. Contohnya, ketika telepon ditemukan, orang percaya bahwa penemuan Alexander Graham Bell dapat mengirim roh jahat.

Demikian juga ketika kereta api ditemukan, orang takut rahim bisa copot jika menaikinya.

Ketika kereta mulai beroperasi, ada kekhawatiran bahwa rahim perempuan akan keluar dari vagina jika kendaraan melaju melebihi kecepatan tertentu. Meski terdengar aneh, ketakutan itu dapat dimengerti.

Berabad-abad lalu, orang hanya berharap dapat sampai dari Londinium ke Yerusalem dalam 53,5 hari. Mereka khawatir teknologi baru yang dapat membawa mereka melaju di atas tanah dengan kecepatan hingga 16 kilometer per jam.

Kecepatan yang sangat besar penuh dengan bahaya bagi pernapasan, dan asam karbonat yang dihasilkan oleh bahan bakar saat melewati terowongan panjang pasti akan menyebabkan sesak napas karena ‘kerusakan atmosfer’.”

Antropolog budaya Genevieve Bell menyatakan bahwa orang-orang percaya bahwa jika kereta api melaju di atas 80 km/jam, ini dapat membuat rahim terlempar keluar dari tubuh mereka saat dipercepat hingga kecepatan tersebut.

Sebuah publikasi ilmiah tidak menemukan referensi tentang kecepatan spesifik yang disebutkan di atas, dan sebuah situs berita tidak menemukannya juga.

Namun, bahkan dokter pada masa itu memiliki kekhawatiran terkait tubuh perempuan, termasuk gagasan bahwa rahimnya akan bergeser dan terlepas jika ia bepergian dengan kapal atau kereta api tepat sebelum menstruasinya.

Jika seorang wanita berangkat untuk pelayaran laut atau perjalanan kereta api sehari sebelum menstruasinya seharusnya datang, ia kemungkinan besar akan melewatkan satu periode menstruasi, dan mungkin lebih. Atau, jika menstruasi datang, ia mungkin mengalami penderitaan yang lebih hebat dari biasanya. Jika terlalu sedikit, atau terlalu banyak, ia mungkin akan sakit parah. Sebagai konsekuensi tidak langsung, ia kemungkinan akan menderita beberapa bentuk fleksi atau dislokasi uterus,” tulis seorang dokter di New England Medical Gazette.

Kekhawatiran ini mencerminkan ketidakpastian masyarakat terhadap teknologi baru, sekaligus menyoroti bias gender yang mungkin mempengaruhi persepsi risiko. Seiring waktu, penjelasan ilmiah menghapus mitos, namun jejaknya tetap terlihat dalam narasi sejarah. Masyarakat pada masa itu sering mengaitkan inovasi dengan sangat kekuatan supernatural.

Hoakspenemuan barukereta apikecepatanrahimmitosbias gender

Komentar

Memuat komentar...