Amazon Resmi Luncurkan Layanan Internet Satelit, Tantang Starlink

Nita W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Amazon Resmi Luncurkan Layanan Internet Satelit, Tantang Starlink

Gambar atau konten salah?

Amazon kini resmi mengumumkan bahwa mereka memiliki cukup satelit di orbit rendah Bumi untuk memulai layanan internet satelit komersial mereka. Proyek bernama Amazon Leo ini siap beroperasi dan akan menantang dominasi Starlink milik SpaceX.

Setelah peluncuran terbaru, jaringan konstelasi Amazon Leo kini memiliki 396 satelit yang beroperasi. Chris Weber, Wakil Presiden yang memimpin lini bisnis dan produk untuk Amazon Leo, mengatakan jumlah tersebut sudah cukup untuk mendukung layanan berkelanjutan di titik-titik lintang awal.

Capaian ini menempatkan Amazon pada jalur yang tepat untuk memenuhi target ketersediaan komersial pada pertengahan 2026. Namun, pengguna awal diminta untuk tidak berharap terlalu tinggi. Koneksi internet yang sempurna belum akan terasa pada hari-hari pertama peluncuran.

Sebagai perbandingan, SpaceX pertama kali meluncurkan layanan uji coba bernama "Better than nothing beta" pada 2020. Saat itu, mereka sudah mengoperasikan hampir 900 satelit. Layanan awal Starlink hanya mencakup sebagian kecil pengguna di wilayah utara Amerika Serikat dan Kanada. Pengguna awal sering mengeluhkan layanan yang sering terputus dan antena yang sangat sensitif terhadap rintangan.

Kecepatan internet saat itu berkisar antara 50 Mbps hingga 150 Mbps, dengan latensi atau jeda waktu di angka 20 ms hingga 40 ms. Baru pada tahun 2022 kualitas layanan dan jangkauan Starlink meningkat secara drastis.

Pengguna awal Amazon Leo kemungkinan akan menghadapi situasi serupa. Kinerja layanan, peningkatan kapasitas jaringan, dan perluasan jangkauan global baru akan terasa seiring bertambahnya misi peluncuran satelit di masa depan.

Saat ini, SpaceX memiliki keunggulan yang sangat jauh dengan lebih dari 10.000 satelit Starlink yang beroperasi. Perusahaan tersebut menyediakan jaringan internet yang tangguh di darat, laut, dan udara untuk lebih dari 160 negara.

Meski performa Starlink bervariasi tergantung jenis antena penerima, paket layanan, kepadatan jaringan di jam-jam tertentu, dan lokasi, mereka kini mampu memberikan standar kecepatan unduh median sebesar 200 Mbps. Kecepatan unggah berkisar antara 10 Mbps hingga 40 Mbps, dengan latensi yang stabil di kisaran 25 ms.

Butuh waktu bertahun-tahun bagi Amazon untuk bisa menyaingi kemampuan pesaing utamanya tersebut. Mereka masih harus merampungkan megaproyek peluncuran 3.232 satelit Leo.

Saat ini, proyek Amazon diketahui telah jauh tertinggal dari jadwal. Sebagian keterlambatan ini disebabkan oleh hambatan yang dialami perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, Blue Origin. Perusahaan tersebut masih berjuang keras membawa roket peluncur reusable New Glenn milik mereka untuk bisa beroperasi secara reguler.

Amazon Leo masih berada di tahap awal pengembangan dengan hanya 396 satelit, jauh di bawah Starlink yang memiliki lebih dari 10.000 satelit. Pengalaman Starlink menunjukkan bahwa layanan internet satelit membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai kualitas yang stabil dan jangkauan yang luas.

Amazon Leointernet satelitStarlinkSpaceXsatelitpersaingankoneksi

Komentar

Memuat komentar...