IHSG Buka Sesi Hijau, Terpengaruh Blokade Selat Hormuz
Gambar atau konten salah?
IHSG membuka sesi perdagangan pada pagi ini dengan nilai 7.750,89, menandai pergerakan hijau yang langsung terasa kuat.
Pergerakan ini terjadi di tengah kabar bahwa negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran gagal akhir pekan lalu, sehingga AS memblokir Selat Hormuz. Kini, AS berencana memulai perundingan lanjutan dengan Iran, berharap dapat mencapai kesepakatan damai.
Menurut data perdagangan RTI, pada pukul 9.05 WIB IHSG sudah menguat 70,87 poin, setara dengan 0,92% naik ke level 7.746,82.
Rinciannya, 390 saham menguat pada pembukaan perdagangan, 123 saham melemah, dan 194 saham tetap tidak bergerak. Nilai tertinggi tercapai di 7.773,57, sedangkan nilai terendah berada di 7.744,13.
Volume perdagangan mencapai 3,91 miliar saham, dengan perputaran uang sebesar Rp 2,1 triliun dan frekuensi transaksi 246.825 kali.
Secara mingguan, IHSG menguat 6,65%; bulanan, kenaikan 4,33%; namun, year-to-date masih menunjukkan penurunan 10,22%.
Pergerakan pasar ini menegaskan dampak langsung dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap indeks saham Indonesia, mengingat ketergantungan pasar domestik pada dinamika global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pinjol Tembus Rp 106 Triliun, Kredit Macet 5,36%
Investor Pasar Modal Tembus 33,55 Juta di Oktober 2026
26 Perusahaan Antre IPO, Target Dana Rp24 Triliun
OJK Desak MNC Bank Segera Selesaikan Keluhan Nasabah
IHSG Ditutup Hijau di 5.030, Naik 2,25 Persen
Aset Asuransi Tembus Rp1.192 Triliun per September 2026
