IHSG Terbuka di Zona Hijau, Naik 3,47% pada 15 Juni 2026
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai sesi perdagangan pada hari Senin, 15 Juni 2026, di zona hijau. Pada pukul 09.10 WIB, indeks berada di 6.216,07, naik 3,47% atau 208,42 poin dibandingkan penutupan semalam. Pembukaan terjadi di level 6.118,72, dengan puncak intraday 6.220,28 dan titik terendah 6.118,07. Volume transaksi mencapai 5,14 miliar saham, menghasilkan turnover Rp 3,21 triliun dan 309.226 transaksi. Sebanyak 507 saham menguat, 84 melemah, dan 87 tetap stagnan.
Di pasar Asia lainnya, Nikkei naik 5,29%, Hang Seng menguat 1,29%, dan Shanghai Composite Index meningkat 1,27% pada hari yang sama.
Menurut Ratih Mustikoningsih, Financial Expert di Ajaib Sekuritas, IHSG diprediksi berada di kisaran 5.900-6.100 pada 15 Juni 2026. Sentimen positif didorong oleh rebound 7,38% dalam seminggu terakhir, terhitung dari 12 Juni 2026, yang merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak pasca‑pandemi Covid‑19 pada Maret 2020. Faktor-faktor positif berasal dari dalam negeri dan global. Kebijakan moneter juga berperan; BI‑Rate naik 25 basis poin menjadi 5,5% pada 9 Juni 2026, yang membuat rupiah terapresiasi ke Rp 17.779 per USD pada 12 Juni 2026. Kesepakatan damai antara AS dan Iran pada akhir pekan menambah sentimen positif, meski investor asing mengekstraksi Rp 6 triliun dari pasar reguler dalam seminggu terakhir. Pasar kini menunggu keputusan BI‑Rate pada 18 Juni 2026, yang diperkirakan dapat naik 25‑50 basis poin untuk menstabilkan rupiah dan mencegah keluar modal.
Dari luar negeri, Presiden Trump menyelesaikan perjanjian damai dengan Iran pada akhir pekan, sekaligus membuka kembali Selat Hormuz. Iran setuju dan perjanjian tersebut akan ditandatangani pada 19 Juni 2026 di Swiss. Trump tampak lebih defensif menjelang pemilihan tengah tahun November 2026 guna mengamankan kursi Partai Republik di Kongres. Setelah pengumuman damai, harga minyak mentah Brent turun 4% menjadi $83,8 per barel pada 15 Juni 2026. Bursa Asia Pasifik merespons positif dengan Nikkei 225 naik 5% dan KOSPI naik 5,4% intraday pada 15 Juni 2026. Pasar juga menunggu hasil FOMC The Fed, yang mungkin menahan suku bunga di kisaran 3,5%‑3,75% pada 18 Juni 2026.
Hari ini menunjukkan dinamika pasar saham Indonesia yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter, sentimen domestik, dan peristiwa global. Investor tetap memantau keputusan bank sentral dan perkembangan geopolitik yang dapat menambah ketidakpastian di pasar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rupiah Terus Menekan Dolar AS, Nilai Rp 17.700-an perdagangan
IHSG Naik 2,07% ke 6.007,66: Saham Unggulan Dorong
JELI IPO 07 Juli 2026: Pasar Modal Rendah, IPO Langka
Daftar Program Pemagangan Jepang & Pelatihan Kaigo Dimulai
Pemerintah Kenakan Bea Antidumping Karton Dupleks 2026
Ekonomi Utara: Tifatul Fokus Karimun sebagai Pusat Pertumbuhan
Berita Terbaru
Rupiah Terus Menekan Dolar AS, Nilai Rp 17.700-an perdagangan
Dukun Magang: Film Horor Komedi Rilis 18 Juni 2026
7 Amalan Sunnah Malam 1 Muharram: Cara Memulai Tahun Baru
Seminar Istana Gebang: Hasto Kristiyanto Kritik Moderator
WRT 32 Akhirkan 24H Le Mans 2026 di Posisi Ketujuh
Udang Saus Padang: Warung Seafood Tenda Sajikan Pedas Asam
Ayyoub Bouaddi: Gelandang Muda Maroko Tarik Klub Besar Eropa