IHSG Naik 2,07% ke 6.007,66: Saham Unggulan Dorong

Dian P. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
IHSG Naik 2,07% ke 6.007,66: Saham Unggulan Dorong

Gambar atau konten salah?

IHSG menutup sesi pada 12 Juni 2026 dengan kenaikan 2,07%, mencapai 6.007,66. Kenaikan ini didorong oleh saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Sebaliknya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), dan PT MPRO Tbk (MPRO) menekan pergerakan indeks.

Investor asing kembali mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp 287,36 miliar di pasar reguler dan Rp 287,77 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, 10 dari 11 sektor ditutup di wilayah hijau. Sektor bahan baku menjadi yang paling menguat dengan kenaikan 4,85%, sementara sektor kesehatan terkoreksi paling dalam sebesar 0,58%.

Sentimen positif juga datang dari bursa Amerika Serikat. Indeks Dow Jones menutup naik 0,70% ke level 51.202, diikuti S&P 500 yang menguat 0,50% menjadi 7.431 dan Nasdaq yang bertambah 0,31% ke posisi 25.888.

Pelaku pasar masih mencermati pergerakan rupiah serta arah dana asing yang kembali masuk ke pasar domestik. Selain itu, perhatian investor juga mengarah pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan diumumkan pada 18 Juni mendatang. Optimisme terhadap pasar Indonesia turut tercermin dari penguatan ETF EIDO sebesar 1,82% dan indeks MSCI Indonesia yang naik 0,88%.

Niramas Utama Tbk (JELI) memulai masa penawaran awal atau book building pada 15-22 Juni 2026. Emiten pemilik merek makanan penutup INACO tersebut dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026. Perseroan menawarkan saham dengan kisaran harga Rp900–Rp1.120 per saham dan membidik perolehan dana maksimal Rp392 miliar. Saat ini, PT Niramas Utama International tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi kepemilikan sebesar 99,80%. Dana hasil penawaran umum perdana saham akan dialokasikan sebesar 51,04% untuk penyertaan modal kepada PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS), 18,36% untuk pembelian mesin, 10,63% untuk pembayaran sebagian pinjaman jangka pendek, serta 19,97% untuk mendukung kebutuhan modal kerja.

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp500 miliar. Dana untuk aksi korporasi tersebut berasal dari kas internal perusahaan yang per akhir kuartal I-2026 tercatat mencapai Rp33,06 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp32,04 triliun. Jika seluruh alokasi buyback digunakan, total aset perseroan diperkirakan menjadi Rp2.249,33 triliun dari sebelumnya Rp2.249,83 triliun. Sementara total ekuitas diproyeksikan menjadi Rp344,56 triliun dibandingkan posisi sebelumnya Rp345,06 triliun. Berdasarkan proforma per 31 Maret 2026, rasio kecukupan modal (CAR) BBRI diperkirakan tetap terjaga di level 22,86%, sedangkan tingkat pengembalian ekuitas (ROE) tercatat sebesar 18,37%. Saham hasil buyback nantinya akan dialokasikan untuk program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, dan dewan komisaris setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Periode pelaksanaan buyback berlangsung mulai 12 Juni hingga 11 September 2026 sesuai ketentuan yang berlaku.

Bayan Resources Tbk (BYAN) memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 senilai US$ 500 juta atau setara US$ 0,015 per saham. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 10 Juni 2026. Jumlah dividen yang dibagikan setara dengan 65,11% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Berdasarkan harga penutupan saham BYAN pada 12 Juni 2026 di level Rp9.700 per saham dan mengacu pada kurs JISDOR Bank Indonesia sebesar Rp17.921 per dolar AS, imbal hasil dividen tercatat sekitar 2,77%. Perseroan menetapkan tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 19 Juni 2026. Adapun pembayaran dividen kepada para pemegang saham dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli 2026.

  • BUMI – Buy 154–157 | TP 160–164 | SL 146
  • ANTM – Buy 2810–2830 | TP 2890–2950 | SL 2650
  • BIPI – Buy 153–156 | TP 159–163 | SL 145
  • CYBR – Buy 600–610 | TP 625–640 | SL 570
  • UNTR – Buy 22300–22400 | TP 22700–23000 | SL 21200

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Indeks utama menekan pasar dengan kenaikan yang didukung oleh beberapa saham unggulan, sementara sektor bahan baku menunjukkan performa kuat. Rencana buyback BBRI dan penawaran umum JELI menambah dinamika pasar. Dividen BYAN memberi tambahan penghasilan bagi pemegang saham. Sementara itu, rekomendasi saham menyoroti beberapa pilihan yang dianggap menarik bagi investor. Semua pergerakan ini mencerminkan ketegangan antara optimisme pasar domestik dan ketidakpastian global, serta peran penting dana asing dan kebijakan moneter dalam menentukan arah pasar ke depan.

IHSGAmman Mineral InternasionalBBRI buybackJELI IPOBYAN dividensektor bahan bakuinvestor asing

Komentar

Memuat komentar...