IHSG Turun 1,89% Menutup Hari 26 Maret 2024 di Pasar Reguler

Bambang W. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
IHSG Turun 1,89% Menutup Hari 26 Maret 2024 di Pasar Reguler

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada Kamis, 26 Maret 2024, turun 1,89 % menjadi 7 164,09. Penurunan ini terjadi di tengah pergerakan campuran saham. Di sisi positif, saham MEGA naik 9,64 %, GIAA 15,07 %, dan JPFA 8,26 %. Di sisi negatif, ASII turun 5,30 %, TLKM 3,94 %, dan BMRI 2,62 % menjadi penekan utama indeks.

Investor asing mencatatkan jual bersih sekitar Rp 1,93 miliar di pasar reguler dan Rp 20,71 triliun di seluruh pasar. Aktivitas jual ini menambah tekanan pada pasar. Secara sektoral, hampir semua sektor mengalami penurunan: 10 dari 11 sektor berada di zona merah. Sektor transportasi menjadi pengecualian dengan kenaikan 2,96 %, sedangkan sektor energi mencatat penurunan paling dalam sebesar 2,91 %.

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat melemah. Dow Jones turun 1,01 % ke 45 960, S&P 500 turun 1,74 % ke 6 477, dan Nasdaq turun 2,38 % ke 21 408. Penurunan ini dipicu kekhawatiran tentang ketidakpastian hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, yang turut mendorong kenaikan harga minyak dunia Brent dan WTI. Dampaknya, indeks ETF EIDO dan MSCI Indonesia juga ikut terkoreksi masing‑masing 2,38 % dan 2,30 %.

Berita emitennya, Elang Mahkota Teknologi (EMTK) melaporkan lonjakan laba bersih menjadi Rp 8,88 triliun pada 2025, meningkat signifikan dari Rp 1,81 triliun pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan sebesar 56,29 % menjadi Rp 19,12 triliun. Namun, beban pokok pendapatan juga naik 72,16 % menjadi Rp 14,06 triliun. Selain operasi, peningkatan laba EMTK dipengaruhi faktor non‑rutin: kontribusi aksi korporasi entitas anak sebesar Rp 3,12 triliun dan kenaikan hasil investasi menjadi Rp 3,89 triliun. Hal ini terkait langkah perseroan melepas sebagian kepemilikan saham di Grab Holdings Limited senilai Rp 3,41 triliun atau sekitar 41,66 juta saham.

Di sisi lain, Graha Andrasentra Propertindo (JGLE) bersiap melakukan penambahan modal dengan menerbitkan 8,28 miliar saham baru Seri B pada harga Rp 50 per saham. Langkah ini berpotensi memperoleh dana sekitar Rp 414 miliar. Pemegang 270 saham Seri A yang tercatat pada 6 Maret 2024 berhak membeli 99 saham baru Seri B. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk mengakuisisi saham Jungleland Asia senilai Rp 413,94 triliun, sementara sisanya dialokasikan untuk kebutuhan operasional. Setelah aksi ini, total aset perseroan diproyeksikan meningkat menjadi Rp 2,58 triliun dengan ekuitas mencapai Rp 2,07 triliun. Manajemen juga memperkirakan adanya perbaikan kinerja, dengan target laba mencapai Rp 519,66 miliar, dibandingkan posisi sebelumnya yang masih mencatatkan rugi Rp 46,42 miliar.

  • DSNG – Buy 1500‑1510 | TP 1560‑1610 | SL 1415
  • DEWI – Buy 119‑121 | TP 125‑127 | SL 112
  • MAIN – Buy 890‑900 | TP 920‑930 | SL 830
  • MDKA – Buy 3190‑3210 | TP 3300‑3370 | SL 3000
  • MEDC – Buy 1760‑1780 | TP 1840‑1860 | SL 1675

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing‑masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Pasar saham Indonesia pada 26 Maret 2024 menunjukkan tekanan kuat dari penurunan indeks dan aktivitas jual investor asing. Sementara itu, perusahaan-perusahaan seperti EMTK dan JGLE melaporkan kinerja keuangan yang menarik, meskipun EMTK menghadapi kenaikan beban pokok pendapatan. Di pasar global, ketidakpastian geopolitik turut memengaruhi indeks utama di Amerika Serikat. Investor dapat menilai peluang dan risiko berdasarkan data ini sebelum membuat keputusan investasi.

IHSGpenurunan sahaminvestor asingEMTKJGLEminyak duniageopolitik

Komentar

Memuat komentar...