Impor Bawang Putih Naik, Harga Masih di Atas Acuan

Wati N. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Impor Bawang Putih Naik, Harga Masih di Atas Acuan

Gambar atau konten salah?

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat volume impor bawang putih dalam enam bulan pertama tahun ini mencapai 229,76 ribu ton. Jumlah ini meningkat signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 178,89 ribu ton.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan pasokan dari luar negeri membuat stok komoditas ini tetap aman. Dari total impor tersebut, hampir seluruhnya — tepatnya 98% — didatangkan dari China. Sisanya dikirim dari India.

"Impor bawang putih selama satu semester 2026 ini sudah 229 ribu ton. Jadi hampir 230 ribu ton dan ini tentunya secara pasokan harusnya memadai, dan seperti biasa 98% impor kita berasal dari Tiongkok lalu yang kedua dari India," ujar Amalia dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah secara daring pada Senin, 10 Agustus 2026.

Seiring melimpahnya pasokan, harga bawang putih di tingkat nasional mulai bergerak turun. Tapi posisinya saat ini masih di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) konsumen yang ditetapkan sebesar Rp 38.000 per kilogram.

"Secara nasional rata-rata harga bawang putih sudah mulai menurun tetapi masih di atas HAP atau sekitar Rp 39.924 per kilogram," tambah Amalia.

Dari sisi sebaran, jumlah daerah yang mencatat kenaikan Indeks Perubahan Harga (IPH) bawang putih berkurang drastis. Saat ini hanya 50 kabupaten/kota yang masih mengalami kenaikan harga — sebelumnya angka itu mencapai 248 kabupaten/kota.

"Ada sekitar 50 kabupaten kota saja yang masih mengalami kenaikan IPH bawang putih dari yang sebelumnya ada 248 kabupaten/kota," jelasnya.

Amalia menilai kondisi komoditas ini sudah relatif terkendali. Namun sejumlah wilayah masih mendapat perhatian khusus. Di Kabupaten Tanah Datar, misalnya, harga bawang putih tercatat 5,26% lebih tinggi dari HAP, yakni Rp 40.000 per kg. Sementara di Kapuas Hulu harganya mencapai Rp 50.000 per kg. Yang paling mahal ada di Kabupaten Manokwari Selatan, di mana harga bawang putih dipatok Rp 63.750 per kg.

"Jadi ini tinggal PR-nya sudah jauh relatif lebih baik pak lebih jauh lebih kecil PR-nya karena kalau kita lihat angka impor bawang putih juga sudah, terus kalau kita lihat secara kumulatif sudah relatif banyak," jelasnya.

Secara keseluruhan, data BPS menunjukkan bahwa Indonesia sangat bergantung pada pasokan bawang putih dari China. Lonjakan impor di semester pertama 2026 memang memperbaiki ketersediaan stok, namun harga di sejumlah daerah masih bertahan di atas acuan pemerintah. Ini menunjukkan distribusi yang tidak merata masih menjadi tantangan.

impor bawang putihBPSChinaharga bawang putihHAPpasokandistribusi

Komentar

Memuat komentar...