Indonesia Ekspor Beras ke Malaysia, Kirim 1.000 Ton Perdana

Ani R. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Indonesia Ekspor Beras ke Malaysia, Kirim 1.000 Ton Perdana

Gambar atau konten salah?

Indonesia kembali mengekspor beras ke Malaysia. Pengiriman pertama sebanyak 1.000 ton beras premium sudah disiapkan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut langkah ini sebagai kabar baik. Menurutnya, produksi pangan nasional kini tidak hanya cukup untuk kebutuhan dalam negeri, tapi juga bisa dijual ke luar negeri.

Ini bukan pertama kalinya Indonesia mengekspor beras. Sebelumnya, beras Indonesia pernah dikirim ke Palestina dan Mesir. Kini giliran Malaysia yang menjadi tujuan ekspor. Kedua negara disebut sebagai bangsa serumpun. Mereka punya kedekatan secara geografis, historis, dan budaya.

Pemerintah memastikan ekspor ini dilakukan setelah stok beras nasional dinyatakan aman. Perusahaan Umum Bulog saat ini memiliki stok beras sebanyak 5,2 juta ton. Pemerintah bahkan sudah menyewa gudang tambahan karena produksi berlebih. "Di mana kita sudah swasembada beras, stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus," kata Amran dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Badan Pusat Statistik memperkirakan produksi beras nasional pada 2026 akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk membuka peluang ekspor. Namun, kebutuhan domestik tetap menjadi prioritas utama.

Ekspor tahap awal sebanyak 1.000 ton beras premium. Jumlah ini rencananya akan ditingkatkan secara bertahap. Potensi ekspor ke Malaysia bisa mencapai 200.000 ton per tahun. Angka itu khusus untuk memenuhi kebutuhan beras di Sarawak. Sementara kebutuhan beras seluruh Malaysia mencapai 1,5 juta hingga 1,7 juta ton per tahun.

"Kalau ekspor ini kalau bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara bertahap karena kebutuhan Sarawak saja 200.000 ton. Dan untuk satu Malaysia 1,5 sampai 1,7 juta ton per tahun," jelas Amran.

Kerja sama ini sudah dibicarakan langsung dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohamad Sabu. Pihak Malaysia disebut memberikan apresiasi. Mereka juga membuka peluang untuk meningkatkan volume ekspor beras dari Indonesia.

"Baru saja kami bicara dengan Menteri Pertanian Malaysia, Bapak Datuk Seri Mohamad Sabu. Beliau mengapresiasi dan beliau akan mempercepat dan memperbanyak ekspor dari Indonesia ke Malaysia," kata Amran.

Dari sisi harga, beras yang diekspor disepakati seharga 3,9 Ringgit Malaysia per kilogram. Jika dikonversi ke rupiah, angkanya sekitar Rp 17.000 per kilogram. Dengan potensi ekspor 200.000 ton, nilai perdagangan beras ini diperkirakan mencapai Rp 3,39 triliun.

Ekspor beras bukan sekadar perdagangan antarnegara. Pemerintah melihat ini sebagai cara untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan pasar yang lebih luas dan harga yang kompetitif, petani Indonesia mendapat peluang ekonomi yang lebih besar. "Nah justru inilah langkah kesejahteraan petani karena kita ekspor," kata Amran.

Kualitas beras yang diekspor juga akan dijaga. Beras yang dikirim ke Malaysia adalah beras premium. Kualitasnya harus memenuhi standar pasar tujuan. Amran menyampaikan apresiasi kepada petani, penyuluh pertanian, TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian, lembaga, BUMN, dan masyarakat yang mendorong peningkatan produksi pangan nasional.

Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari dukungan Presiden Prabowo Subianto. Berbagai kebijakan penguatan pangan nasional disebut menjadi faktor pendorong. "Terima kasih juga yang mengapresiasi, terutama Bapak Presiden yang mensupport ini semua atas kebijakan Bapak Presiden sehingga kita bisa lakukan hari ini," katanya.

General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim, mengatakan pengiriman 1.000 ton pertama adalah langkah awal. Tujuannya untuk memperkenalkan beras Indonesia di pasar Sarawak. Kebutuhan beras di Sarawak mencapai sekitar 200.000 ton per tahun. Sementara kebutuhan Malaysia secara keseluruhan mencapai lebih dari 1,5 juta ton per tahun.

"Untuk Sarawak kita membutuhkan lebih kurang 200.000 ton untuk setahun. Dan ini kita akan usahakan dengan cara promosi di mana 1.000 ton yang pertama itu sebagai langkah promosi kita untuk mempromosikan beras-beras Indonesia ke Sarawak khasnya dan Malaysia amnya," ujar Jumaat.

Jumaat menilai kerja sama ini bukan sekadar hubungan bisnis. Menurutnya, ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia. Keduanya memiliki kedekatan budaya dan sejarah sebagai satu rumpun. "Bukan hanya untuk secara bisnis, tapi ini adalah satu kata orang menyambung silaturahmi," katanya.

Pengiriman perdana 1.000 ton tersebut rencananya akan melalui jalur perbatasan Entikong, Kalimantan Barat. Jalur ini dipilih sebagai simbol kedekatan geografis antara Sarawak dan Kalimantan Barat. "Untuk pertama kita akan order 1.000 ton dahulu dan kita akan menggunakan border Entikong untuk simboliknya untuk penghantaran yang pertama," ujar Jumaat.

Ekspor beras ke Malaysia membuka babak baru kerja sama perdagangan antara kedua negara. Bagi Indonesia, langkah ini menandakan bahwa kekuatan produksi nasional mulai mampu memberikan manfaat lebih luas. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekonomi bagi petani.

ekspor berasIndonesiaMalaysiaberas premiumswasembada pangankesejahteraan petanikerja sama perdagangan

Komentar

Memuat komentar...