IPO BEI 2026: Baru 7 Perusahaan, Target 50 Masih Jauh

Dani L. · 2 min baca · 44 menit lalu · 16 dibaca
Bisik.id
IPO BEI 2026: Baru 7 Perusahaan, Target 50 Masih Jauh

Gambar atau konten salah?

Hingga awal Oktober 2026, jumlah perusahaan yang berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran saham perdana masih sangat minim. Tercatat baru tujuh perusahaan yang resmi tercatat, jauh dari target yang dicanangkan sebelumnya. Ketujuh perusahaan ini berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 2,16 triliun.

Saat ini, ada tujuh perusahaan lagi yang mengantre dalam pipeline IPO di BEI. Mereka terbagi dalam tiga kategori berdasarkan aturan POJK Nomor 53/POJK.04/2017. Dua perusahaan masuk kategori aset skala kecil dengan nilai di bawah Rp 50 miliar. Tiga perusahaan lainnya memiliki aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Dua sisanya masuk kategori aset skala besar, dengan aset di atas Rp 250 miliar.

BEI melaporkan, "Hingga saat ini, terdapat 7 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," seperti dikutip pada Minggu, 04 Oktober 2026. Sektor bisnis calon perusahaan terbuka ini cukup beragam. Dua perusahaan bergerak di sektor energi, empat perusahaan di sektor healthcare, dan satu perusahaan di sektor industrials.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya juga mengungkapkan ada lima perusahaan dalam antrean penawaran umum saham. Nilai emisi dari kelima perusahaan ini mencapai Rp 2,028 triliun. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan, "5 perusahaan, perkiraan emisinya di atas Rp 2 triliun, Rp 2,028 triliun." Pernyataan itu disampaikan di Gedung BEI, Jakarta, pada Jumat, 02 Oktober 2026.

Hasan menjelaskan, realisasi penghimpunan dana di pasar modal hingga saat ini telah mencapai Rp 169,5 triliun. Selain itu, masih ada pipeline penawaran umum untuk seluruh instrumen investasi senilai Rp 27,61 triliun. Ia memperkirakan ada potensi tambahan penghimpunan dana sekitar Rp 24 triliun hingga akhir tahun. Dana itu berasal dari penerbitan efek utang dan sukuk yang jatuh tempo dan berpotensi melakukan refinancing. "Berarti masih ada peluang lah kita untuk bisa berharap mencapai angka target yang dicanangkan Rp 250 triliun dimaksud," jelasnya.

BEI sendiri menargetkan total pencatatan efek sebanyak 555 sepanjang tahun 2026. Angka itu termasuk 50 perusahaan baru yang melakukan IPO. Dari sisi investor, BEI menargetkan penambahan 2 juta single investor identification (SID) baru. Namun, hingga saat ini baru tujuh perusahaan baru yang mencatatkan sahamnya. Ketujuh perusahaan tersebut adalah:

Sementara itu, jumlah investor saat ini tumbuh menjadi 31,9 juta SID. Pertumbuhan investor diklaim terjadi secara konsisten setiap bulan. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam sambutannya di Main Hall BEI, Jakarta, pada Kamis, 01 Oktober 2026, mengatakan, "Di industri pasar modal 5 tahun yang lalu jumlah investor di pasar modal kita ada 10 juta. Hari ini jumlah investor di pasar modal kita 31,9 juta."

Meskipun target IPO tahun ini masih jauh dari harapan, pertumbuhan jumlah investor menunjukkan minat masyarakat terhadap pasar modal terus meningkat. Pipeline perusahaan yang antre juga masih ada, memberikan harapan akan bertambahnya emiten baru dalam waktu dekat.

IPOBEIpipelineperusahaantargetinvestorBursa Efek Indonesia

Komentar

Memuat komentar...