Iran Buka Selat Hormuz, Kapal Komersial Dapat Lintas
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Iran mengumumkan bahwa jalur pelayaran Selat Hormuz, salah satu rute minyak paling penting di dunia, kini dapat dilintasi kapal komersial. Keputusan ini diambil bersamaan dengan berlakunya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang berlangsung selama sepuluh hari.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata,” kata Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, Sabtu (18 April 2026).
Araghchi menegaskan bahwa jalur pelayaran vital tersebut dapat dilalui secara normal, meski dengan sejumlah ketentuan teknis. Salah satunya, kapal-kapal harus melintas melalui rute terkoordinasi khusus yang diumumkan oleh otoritas maritim Iran.
Belum jelas apakah Iran akan memaksa kapal-kapal untuk membayar biaya “tol” agar bisa melewati selat tersebut, seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Namun, langkah ini setidaknya berdampak positif terhadap kondisi energi global.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan apresiasi kepada Iran atas pembukaan Selat Hormuz melalui unggahan di media sosial. Ia mengulangi hal tersebut dalam pidatonya di acara Turning Point USA di Phoenix, Jumat (17 April 2026).
Trump menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran tetap berlaku. Rencananya pemblokiran ini akan terus dilakukan sampai pemerintah AS mencapai kesepakatan dengan Iran.
Dengan Selat Hormuz kini terbuka, kapal komersial dapat kembali mengalirkan barang dan energi. Namun, blokade AS masih mengikat pelabuhan Iran, menambah ketidakpastian bagi pelayaran internasional.
Secara keseluruhan, pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz menandai langkah penting bagi stabilitas pasokan energi global, meskipun masih ada hambatan diplomatik yang harus diselesaikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Berita Terbaru
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
