Iran Buka Selat Hormuz, Kapal Komersial Dapat Lintas

Ayu W. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Iran Buka Selat Hormuz, Kapal Komersial Dapat Lintas

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Iran mengumumkan bahwa jalur pelayaran Selat Hormuz, salah satu rute minyak paling penting di dunia, kini dapat dilintasi kapal komersial. Keputusan ini diambil bersamaan dengan berlakunya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang berlangsung selama sepuluh hari.

“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata,” kata Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, Sabtu (18 April 2026).

Araghchi menegaskan bahwa jalur pelayaran vital tersebut dapat dilalui secara normal, meski dengan sejumlah ketentuan teknis. Salah satunya, kapal-kapal harus melintas melalui rute terkoordinasi khusus yang diumumkan oleh otoritas maritim Iran.

Belum jelas apakah Iran akan memaksa kapal-kapal untuk membayar biaya “tol” agar bisa melewati selat tersebut, seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Namun, langkah ini setidaknya berdampak positif terhadap kondisi energi global.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan apresiasi kepada Iran atas pembukaan Selat Hormuz melalui unggahan di media sosial. Ia mengulangi hal tersebut dalam pidatonya di acara Turning Point USA di Phoenix, Jumat (17 April 2026).

Trump menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran tetap berlaku. Rencananya pemblokiran ini akan terus dilakukan sampai pemerintah AS mencapai kesepakatan dengan Iran.

Dengan Selat Hormuz kini terbuka, kapal komersial dapat kembali mengalirkan barang dan energi. Namun, blokade AS masih mengikat pelabuhan Iran, menambah ketidakpastian bagi pelayaran internasional.

Secara keseluruhan, pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz menandai langkah penting bagi stabilitas pasokan energi global, meskipun masih ada hambatan diplomatik yang harus diselesaikan.

Selat HormuzIranblokade ASgencatan senjataenergi globaljalur pelayaranTrump

Komentar

Memuat komentar...