ISBI Bandung Tegak Lawan Joki UTBK‑SNBT 2026, Siap Mencegah

Tika M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
ISBI Bandung Tegak Lawan Joki UTBK‑SNBT 2026, Siap Mencegah

Gambar atau konten salah?

Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menegaskan tekadnya untuk tidak mengulangi kesalahan yang terjadi pada tahun lalu. Dari pelajaran tentang praktik joki yang terungkap, kampus ini memperketat pengawasan berlapis demi menjaga integritas UTBK‑SNBT 2026.

Selama periode 21 hingga 30 April 2026, 8.247 peserta akan mengikuti ujian di dua lokasi: kampus ISBI Bandung dan Universitas Teknologi Bandung (UTB). Ujian berlangsung selama sepuluh hari, dengan dua sesi tiap harinya.

Untuk menampung peserta, 18 ruang ujian disiapkan—10 ruang di ISBI dan 8 ruang di UTB. Kapasitas total mencapai 8.400 kursi, meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 6.603 peserta.

Namun, peningkatan jumlah peserta juga membawa risiko kecurangan, terutama praktik joki. Ketua Pelaksana UTBK‑SNBT ISBI Bandung, Indra Ridwan, menegaskan bahwa pengalaman tersebut menjadi evaluasi penting bagi panitia.

“Kejadian tahun lalu jadi evaluasi juga oleh panitia pusat bagaimana antisipasinya karena persoalan joki bukan hanya tahun lalu, sebelum‑sebelumnya juga,” ujar Indra saat diwawancarai, Selasa, 21 April 2026.

Menurut Indra, pelaku kecurangan terus mencari celah baru, sehingga panitia harus berpikir lebih adaptif dalam membaca pola‑pola mencurigakan. “Namun begitu kita harus berlomba‑lomba dengan orang yang mencoba lolos dengan cara yang tidak baik,” tambahnya.

Salah satu langkah antisipasi tahun ini adalah perubahan sistem pendaftaran. Sebelumnya, peserta dapat memilih lokasi ujian secara spesifik. Kini, peserta hanya memilih kota, sehingga jadwal dan lokasi ujian tidak diketahui sebelumnya.

“Tahun lalu peserta bisa mendaftar sesuai lokasi tujuan, daftar misal di ISBI, kita tahu lokasi dan jadwalnya. Itu bisa mendaftar lagi di tempat lain joki itu karena mereka jadi joki untuk beberapa orang. Makanya ketahuan waktu itu, ada dua peserta berbeda tapi fotonya sama,” jelas Indra.

“Makanya tahun ini peserta mendaftar hanya memilih kota, jadi dia tidak tahu ujian dimana dan waktunya kapan. Jadi bisa saja kalau mendaftar di dua tempat waktunya sama,” lanjutnya.

Panitia juga meningkatkan verifikasi identitas peserta secara lebih ketat, termasuk mencocokkan data dengan jejak digital. “Kita diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Jadi tahun ini juga ketika ada nama yang dicurigai misal, kita coba buka media sosialnya, sama tidak nama dan fotonya,” ungkapnya.

Setiap peserta yang masuk ruang ujian diwajibkan menjalani proses dokumentasi ulang sebagai bentuk validasi tambahan. “Peserta saat masuk ruangan diwajibkan difoto oleh panitia dengan memperlihatkan wajah yang jelas. Jadi duduk di tempat masing-masing dan pandangannya diarahkan ke kamera. Untuk antisipasi jika besok‑besok ditemukan orang yang sama,” jelas Indra.

Dengan langkah-langkah ini, ISBI Bandung berharap ujian UTBK‑SNBT 2026 dapat berlangsung adil dan bebas dari kecurangan, menjaga reputasi institusi dan kepercayaan peserta.

UTBK‑SNBT 2026ISBI Bandungjokipengawasan berlapisverifikasi identitaspendaftaran kotakecuranganjejak digital

Komentar

Memuat komentar...