Lapas Tabanan Cuci Motor Instruktur, Pujian Tumpek Landep

Yanto K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 51 dibaca
Bisik.id
Lapas Tabanan Cuci Motor Instruktur, Pujian Tumpek Landep

Gambar atau konten salah?

Lapas Tabanan di Tabanan, Bali, menjadi pusat aktivitas yang tak terduga menjelang 17 April 2026. Jasa cuci motor di lembaga tersebut dipenuhi pelanggan yang datang silih berganti. Warga Hindu Bali datang untuk membersihkan motor yang akan diupacarai saat Tumpek Landep.

Di balik keramaian itu, Fathkur Rokhman, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, menjelaskan bahwa Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Cuci Motor merupakan bagian dari program asimilasi bagi warga binaan. Program ini dirancang untuk membaurkan warga binaan dengan masyarakat, memberi mereka kesempatan berinteraksi langsung.

“Melalui asimilasi cuci motor ini, warga binaan dilatih untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat. Tentu yang mengikuti program ini sudah memenuhi syarat dan siap menjalankan kegiatan dengan baik,” ujar Fathkur Rokhman pada hari Jumat.

Area cuci motor terletak di halaman belakang Lapas. Fathkur berharap program ini dapat menjadi bekal kemandirian bagi warga binaan, sehingga mereka mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Menambahkan, Prawira Hadiwidjojo, Kepala Lapas Tabanan, menegaskan bahwa SAE Cuci Motor bertujuan agar warga binaan bisa bersaing dan siap menuju reintegrasi sosial. Ia menilai tingginya minat masyarakat menggunakan jasa cuci motor sebagai indikator keberhasilan pembinaan yang dijalankan.

“Antusiasme masyarakat ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang kami lakukan berjalan dengan baik. Kepercayaan yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan agar Warga Binaan siap kembali ke masyarakat,” ungkap Prawira.

Umat Hindu di Bali merayakan Tumpek Landep pada 18 April 2026. Perayaan ini terjadi setiap enam bulan atau 210 hari sekali, tepatnya pada Saniscara Kliwon Landep. Tumpek Landep adalah hari pemujaan terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa Pasupati, simbol kecerdasan dan kecermatan.

Selama Tumpek Landep, umat Hindu menyucikan benda-benda logam, termasuk alat persenjataan tradisional seperti keris, tombak, pedang, pisau, serta produk teknologi modern seperti motor, mobil, televisi, dan komputer. Perangkat tersebut diupacarai karena dianggap membantu memudahkan aktivitas kehidupan manusia.

Program SAE Cuci Motor di Lapas Tabanan, dengan dukungan kepala lembaga dan masyarakat, menunjukkan upaya integrasi sosial yang berkelanjutan. Kegiatan ini menandai langkah konkret menuju kemandirian dan penerimaan kembali warga binaan ke dalam komunitas yang lebih luas.

Lapas TabananSAE Cuci MotorTumpek LandepWarga binaanIntegrasi sosialKemandirianPrawira Hadiwidjojo

Komentar

Memuat komentar...