Menkop: Koperasi Kreator dan Milenial Kini Semakin Diminati

Vera T. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Menkop: Koperasi Kreator dan Milenial Kini Semakin Diminati

Gambar atau konten salah?

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan bahwa koperasi tetap relevan di era modern, terutama bagi generasi muda, Gen Z, dan milenial. Ia memberikan contoh beberapa jenis koperasi yang digagas oleh mahasiswa dan anak muda, seperti koperasi konten kreator, koperasi petani milenial, dan koperasi animator. Menurut Ferry, antusiasme ini menunjukkan bahwa literasi anak muda terhadap koperasi semakin baik.

"Saat ini kami menerima pendaftaran koperasi mulai dari koperasi konten kreator, animator dan lainnya, bahkan kalau di kampus HKBP Nommensen ini ada koperasi mahasiswa kami siap mendampingi agar tumbuh lebih besar," kata Ferry dalam keterangan tertulis, Rabu (29 Juli 2026). Pernyataan ini disampaikan dalam Kuliah Umum bertema "Membangun Koperasi Sebagai Pilar Kedaulatan dan Kemandirian Ekonomi Nasional Dalam Rangka Mewujudkan Reaktualisasi Pasal 33 UUD 1945" di kampus HKBP Nommensen Medan.

Ferry menegaskan bahwa Kementerian Koperasi (Kemenkop) siap memberikan pendampingan, pembinaan, dan fasilitasi bagi koperasi yang sudah ada, terutama yang digerakkan oleh anak muda dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program KDKMP sendiri telah ditetapkan sebagai program strategis pemerintah. Menurut Ferry, koperasi ini bisa menjadi alternatif bagi mahasiswa atau anak muda untuk mengembangkan diri dan berkarya. Dengan tujuh gerai utama yang akan dikelola KDKMP, akan terbuka lebih banyak ruang bagi anak muda untuk terlibat langsung dalam pengelolaannya.

"Adik-adik lulusan kampus Nommensen ini dapat menjadikan koperasi atau KDKMP sebagai tempat belajar atau wadah mengaktualisasikan dan mengembangkan diri," katanya. Ferry menambahkan bahwa operasionalisasi KDKMP memerlukan proses yang terus disempurnakan. Pendekatannya harus kualitatif dan sesuai dengan potensi serta kebutuhan di Provinsi Sumatra Utara. "Karena itu tentu masukkan dan kontribusi dari Universitas HKBP Nommensen bisa untuk mendampingi operasionalisasi KDKMP di Sumatra Utara," ucapnya.

Ferry juga mengapresiasi Universitas HKBP Nommensen yang telah berkomitmen mendukung program strategis pemerintah, yaitu KDKMP. Ia berharap semakin banyak dukungan dari berbagai pihak, khususnya kalangan akademisi, sehingga KDKMP bisa menjadi simpul baru untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di desa atau kelurahan.

Menutup diskusi, Ferry kembali menegaskan bahwa misi besar Presiden Prabowo Subianto melalui program KDKMP adalah mengubah arah ekonomi menuju ekonomi yang sesuai konstitusi. "Presiden ingin menetapkan garis ekonomi kita sesuai konstitusi. Koperasi harus kembali menjadi pilar utama pembangunan ekonomi nasional," ulasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen, Effendi Muara Sakti Simbolon, menegaskan bahwa seluruh civitas akademika di lingkungan kampus siap mendukung pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui program KDKMP. Ia menilai gagasan besar Presiden Prabowo sangat relevan dengan amanat konstitusi.

"Kami siap untuk ikut menjadi mitra dan menjadi garda terdepan pemerintah dalam era koperasi ini. Kami bersemangat membumikan koperasi untuk kembali menjadi Soko Guru perekonomian kita," kata Effendi. Effendi juga menyampaikan bahwa keluarga besar Universitas HKBP Nommensen puas dengan jawaban yang disampaikan oleh Menteri Koperasi dalam sesi diskusi bersama para mahasiswa. "Melalui program dari Presiden Prabowo ini (KDKMP) akan menjadi andalan bagi pemerintah," ucapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang Pengembangan Usaha Kementerian Koperasi (Kemenkop) Panel Barus dan Staf Khusus Menteri Koperasi Wahyono, Ketua Yayasan Universitas Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Nommensen Effendi Muara Sakti Simbolon, Sekretaris Yayasan Universitas HKBP Nommensen, Pdt. Enig Sonatha Aritonang, Rektor HKBP Nommensen Richard A. M. Napitupulu.

Secara keseluruhan, diskusi ini menyoroti upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali peran koperasi sebagai pilar ekonomi nasional, sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945. Dukungan dari kalangan akademisi, seperti Universitas HKBP Nommensen, dianggap penting untuk memastikan program KDKMP berjalan sesuai potensi dan kebutuhan lokal, terutama di Sumatra Utara. Antusiasme anak muda terhadap koperasi konten kreator dan petani milenial menjadi indikasi bahwa generasi baru mulai melihat koperasi sebagai wadah yang relevan untuk berkarya dan mengembangkan diri.

koperasigenerasi mudaKDKMPkonten kreatorekonomi nasionalPasal 33 UUD 1945pendampingan

Komentar

Memuat komentar...