Menteri Sidak, Tiga Pegawai Merokok saat Jam Kerja Diskors
Gambar atau konten salah?
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak di kantor Direktorat Jenderal Hortikultura, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis, 08 Oktober 2026. Sekitar pukul 13.50 WIB, Amran tiba dan langsung menemukan sejumlah pelanggaran.
Yang pertama, tiga pegawai negeri dari Direktorat Tanaman Pangan tertangkap basah. Mereka berada di dalam koperasi sekitar pukul 14.00 WIB. Dua dari mereka sedang asyik merokok di belakang koperasi. Padahal, itu masih jam kerja. Amran pun memanggil atasan mereka. Tapi, atasan ketiga pegawai itu sedang periksa jantung. Tak bisa ditemui.
Amran tetap menjatuhkan sanksi. Skorsing satu minggu untuk mereka bertiga. "Benar nggak kamu merokok santai, teman bekerja? Sering begitu? Kalau saya tanya nanti bilang sering, hukumanmu dua kali lipat, tiga kali lipat," kata Amran di lokasi. Ia menegaskan, gaji mereka berasal dari uang rakyat. "Pernah nggak kalian bayangkan, yang menggaji kita itu rakyat. Uang rakyat kita bisa bekerja. SPJ itu yang rakyat semua, ini uang rakyat ini. Saya istirahatkan kamu ya, satu minggu ya. Bertiga kau istirahat. Pak Dirjen, istirahatkan, skorsing," tegasnya.
Bukan cuma itu. Amran juga menemukan banyak ruangan kosong. Salah satunya di Direktorat Perbenihan. Kata petugas, mereka sedang tinjauan ke Subang, Jawa Barat. Tapi, Amran curiga. Ia beberapa kali menanyakan skema pelelangan benih hortikultura. Tujuannya, memastikan tak ada suap. "Nggak ada lagi titip-titip bahwa ini menangkan ini? Yang dulu dititipi mana orangnya? Sudah diganti semua. Nggak ada ya? Jangan ada yang main-main ya," jelasnya.
Amran juga mencoba menelepon jajarannya. Dari sekitar 21 ASN, hanya beberapa yang mengangkat. Sisanya? Entah di mana. Ia kemudian memerintahkan dua satpam untuk mencatat nama pejabat dan staf yang sering telat atau pulang cepat. Catatan itu akan diberikan ke Sekretaris Jenderal Kementan. Sanksinya: peringatan dan surat pernyataan. "Kasih Pak Sekjen, suruh panggil semua orang (nama-nama ASN dalam catatan), suruh buat pernyataan," tegasnya.
Amran menutup dengan pernyataan tegas. "Banyak temuan, ini pentingnya sidak. Kita mau lihat apakah staf itu disiplin apa tidak, kenapa? karena Rp 1 yang keluar dari Kementan adalah uang rakyat," pungkasnya.
Inspeksi ini menunjukkan bahwa pengawasan langsung masih diperlukan untuk menjaga disiplin pegawai negeri. Temuan seperti ruangan kosong dan pegawai merokok saat jam kerja menjadi indikasi lemahnya pengawasan internal di lingkungan kementerian.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
