Michael Bambang Hartono, Pemilik Djarum, Meninggal di Usia 86 Tahun

Endah K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 39 dibaca
Bisik.id
Michael Bambang Hartono, Pemilik Djarum, Meninggal di Usia 86 Tahun

Gambar atau konten salah?

Michael Bambang Hartono, pemilik Grup Djarum, telah meninggal dunia pada hari ini, Kamis (19 Maret 2026), di Singapura. Beliau wafat pada usia 86 tahun sekitar pukul 13.15 waktu setempat. Dikenal dengan nama Bambang Hartono, ia berasal dari keluarga keturunan Tionghoa yang lahir di Jawa.

Michael Bambang Hartono adalah pemilik PT Djarum dan juga memiliki saham terbesar di Bank Central Asia (BCA). Ia lahir pada 2 Oktober 1939 dan memiliki seorang adik bernama Robert Budi Hartono. Mereka dikenal sebagai Hartono bersaudara, yang bersama-sama mewarisi bisnis Djarum dari ayah mereka.

Kekayaan Bambang Hartono saat ini diperkirakan mencapai US$ 17,5 miliar, setara dengan Rp 297,41 triliun berdasarkan kurs Rp 16.995. Ini menempatkan dirinya di urutan ke-157 orang terkaya di dunia.

Perjalanan bisnis Hartono bersaudara tidaklah mudah. Setelah kehilangan ayah mereka, Oei Wie Gwan, pada usia 23 dan 24 tahun, mereka harus melanjutkan usaha pabrik rokok Djarum yang didirikan pada 21 April 1951. Pada tahun yang sama, pabrik tersebut mengalami kebakaran yang membuat kondisi keuangan perusahaan menjadi sulit.

Meski menghadapi tantangan berat, Bambang dan Robert tetap berjuang untuk mengembangkan PT Djarum yang berlokasi di Kudus, Jawa Tengah. Dengan ketekunan dan insting bisnis yang kuat, mereka berhasil mengangkat perusahaan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Pada 1970-an, Djarum menjadi salah satu pemasok rokok cengkeh terbesar di dunia dan mulai mengekspor produk mereka ke luar negeri pada tahun 1972.

Pada tahun 1975, Djarum memperkenalkan Djarum Filter, merek pertama yang diproduksi menggunakan mesin. Ini diikuti oleh peluncuran Djarum Super pada tahun 1981. Meski bisnis tembakau mengalami kemunduran saat krisis keuangan 1998, Hartono bersaudara melihat peluang baru dan membeli saham BCA setelah bank tersebut mengalami kesulitan.

Keluarga Hartono memperluas bisnis mereka ke berbagai sektor, termasuk peralatan elektronik, properti, perkebunan, serta teknologi informasi dan game online. Kesuksesan yang diraih oleh Hartono bersaudara menunjukkan dedikasi dan ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Dengan kepergian Michael Bambang Hartono, dunia bisnis kehilangan sosok yang berpengaruh. Warisan yang ditinggalkannya akan terus dikenang dalam sejarah industri rokok dan perbankan di Indonesia.

Michael Bambang HartonoDjarumBCAHartono bersaudararokokkekayaanperusahaanbisnis

Komentar

Memuat komentar...