Nasa Rencanakan Pangkalan Bulan 20 Miliar USD, Tantang Cina

Guntur P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 46 dibaca
Bisik.id
Nasa Rencanakan Pangkalan Bulan 20 Miliar USD, Tantang Cina

Gambar atau konten salah?

Administrator NASA, Jared Isaacman, mengumumkan ambisi besar untuk membangun pangkalan astronaut di Bulan. Proyek ini diperkirakan akan menelan biaya USD 20 miliar atau sekitar Rp 338 triliun.

Rencana NASA terbagi menjadi tiga fase utama. Pada fase pertama, fokusnya adalah mengembangkan sistem komunikasi dan navigasi, serta mengirim robot pendarat dan kendaraan yang akan membantu astronaut menjelajahi permukaan Bulan. Fase kedua akan melibatkan operasi berulang astronaut di permukaan, sementara fase ketiga bertujuan mendirikan kehadiran manusia jangka panjang. Dengan kehadiran tersebut, NASA dapat mengirim infrastruktur lebih besar untuk menciptakan markas yang lebih permanen.

"Kami akan menginvestasikan sekitar USD 20 miliar selama tujuh tahun ke depan dan membangunnya melalui belasan misi," kata Isaacman, seperti dikutip dari The Verge, Kamis, 26 Maret 2026.

Untuk membuat permukaan Bulan menjadi tempat yang layak dihuni, NASA harus mengatasi tantangan seperti temperatur ekstrem, radiasi luar angkasa yang berbahaya, gravitasi rendah yang dapat mempengaruhi kepadatan tulang, dan meteorit mikro yang terus‑terusan menghujam Bulan.

Isaacman menegaskan bahwa pembangunan markas di Bulan akan memperbesar jarak kompetisi antara Amerika Serikat dan China di luar angkasa. China juga berencana mendaratkan astronaut ke permukaan Bulan pada tahun 2030 dan membangun markas di Bulan.

Untuk mewujudkan proyek pangkalan di Bulan, NASA mengumumkan penundaan proyek Gateway, yang sebelumnya direncanakan untuk mendirikan stasiun luar angkasa mengorbit Bulan. Sebagai gantinya, NASA akan mengalihkan fokus ke infrastruktur yang memungkinkan operasi berkelanjutan di permukaan, dan akan menggunakan kembali beberapa peralatan yang dipakai dalam proyek Gateway.

Selain pangkalan Bulan baru, NASA juga mengumumkan rencana meluncurkan Space Reactor‑1 Freedom, pesawat luar angkasa pertama yang menggunakan teknologi nuklir. Wahana ini dijadwalkan terbang ke Mars pada akhir tahun 2028. Ketika mencapai Mars, NASA mengatakan pesawat ini akan membawa muatan dengan helikopter otonom yang mirip seperti Ingenuity.

Proyek ini menandai langkah penting dalam upaya NASA untuk memperkuat posisi di luar angkasa, sekaligus menantang China dalam persaingan antariksa global. Dengan investasi besar dan fokus pada infrastruktur berkelanjutan, NASA berusaha memastikan keberadaan manusia di Bulan dapat berlanjut dalam jangka panjang.

NASApangkalan Bulanbiaya 20 miliar USDkompetisi AS-ChinaSpace Reactor-1 Freedomtantangan lingkunganinfrastruktur berkelanjutan

Komentar

Memuat komentar...