NASA Ungkap Sistem GUARDIAN Deteksi Tsunami Lebih Cepat

Mira T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
NASA Ungkap Sistem GUARDIAN Deteksi Tsunami Lebih Cepat

Gambar atau konten salah?

NASA sedang mengembangkan sebuah sistem baru yang bisa mendeteksi tsunami lebih cepat daripada metode lama. Sistem ini disebut GUARDIAN, singkatan dari GNSS Upper Atmospheric Real-time Disaster Information and Alert Network. GUARDIAN memakai gangguan kecil pada sinyal satelit navigasi untuk mengamati pergerakan gelombang tsunami.

Pada 25 Maret 2026, sebuah visualisasi data menunjukkan bagaimana GUARDIAN bekerja ketika terjadi gempa besar di lepas pantai Rusia pada 29 Juli 2025. Gempa magnitudo 8,8 memicu tsunami yang melaju melintasi Samudra Pasifik menuju Hawaii dengan kecepatan lebih dari 500 mil per jam, atau sekitar 805 km/jam.

Dalam kejadian tersebut, GUARDIAN mampu mendeteksi gangguan sinyal satelit hanya delapan menit setelah gempa terjadi. Selanjutnya, sistem ini mengidentifikasi gelombang tsunami yang mendekati Hawaii sekitar 32 menit sebelum gelombang tersebut mencapai daratan, dan sebelum terdeteksi oleh alat pengukur pasang surut laut.

Guardians menggunakan algoritma kecerdasan buatan untuk menganalisis perubahan sinyal GPS yang dipantau oleh stasiun di darat. Gangguan pada sinyal muncul ketika gelombang tsunami memengaruhi lapisan atmosfer atas atau ionosfer. Dengan memanfaatkan jaringan Global Navigation Satellite System (GNSS) yang sudah ada di seluruh dunia, sistem ini dapat mengumpulkan data secara gratis.

Camille Martire, salah satu pengembang GUARDIAN di Jet Propulsion Laboratory NASA, menjelaskan bahwa teknologi ini dirancang untuk melengkapi sistem peringatan tsunami yang sudah ada. Saat ini, para ahli biasanya mengandalkan data gempa dan simulasi komputer untuk memprediksi apakah gempa akan memicu tsunami. Konfirmasi kemudian diperoleh dari sensor tekanan yang dipasang di dasar laut. Namun, sensor tersebut mahal dan jumlahnya terbatas, sehingga masih ada wilayah yang tidak tercakup.

GUARDIAN menawarkan pendekatan yang lebih hemat biaya karena memanfaatkan sinyal satelit yang sudah tersedia. Data yang dihasilkan masih memerlukan ahli terlatih untuk menafsirkan hasilnya, namun potensi deteksi lebih cepat dapat memberi waktu tambahan bagi otoritas dan masyarakat untuk melakukan evakuasi.

Para ilmuwan menekankan bahwa tambahan beberapa menit peringatan bisa membuat perbedaan besar dalam upaya melindungi komunitas pesisir yang berada di jalur tsunami. Jika terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan sistem peringatan dini yang ada, GUARDIAN dapat menjadi alat penting dalam mitigasi bencana di masa depan, terutama bagi negara-negara yang rawan gempa dan tsunami.

Dengan kemampuan mendeteksi tsunami lebih cepat, teknologi ini berpotensi meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir. Meskipun masih dalam tahap eksperimen, GUARDIAN menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam pengujian nyata di wilayah yang terkena dampak gempa besar. Teknologi ini menambah opsi bagi para peneliti dan pemerintah untuk memperbaiki sistem peringatan tsunami yang sudah ada, sehingga dapat mengurangi risiko dan kerugian akibat bencana alam.

NASAGUARDIANtsunamiGNSSdeteksi cepatpelatihan AImitigasi bencana

Komentar

Memuat komentar...