Nelayan Lanjut Pelayaran Meski BMKG Peringat Cuaca Buruk
Gambar atau konten salah?
BMKG mengeluarkan peringatan dini tentang potensi cuaca buruk akibat gelombang Equatorial Rossby di Laut Jawa. Meski peringatan itu diabaikan, nelayan di Kota dan Kabupaten Probolinggo tetap nekat berlayar.
Mereka melaut karena hasil tangkapan ikan di Selat Madura dua bulan terakhir sedang melimpah. "Kondisi ikan sekarang sedang banyak. Kalau cuaca masih memungkinkan, kami tetap melaut. Namun tetap berhati-hati dan membawa perlengkapan keselamatan," kata salah seorang nelayan, Rudi, pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Rudi menambahkan, dalam sekali melaut kapal jenis jonggrang dengan kapasitas mesin 16 Gross Ton mampu membawa pulang hasil tangkapan hingga hampir dua ton ikan.
Humas KSOP Kelas IV Probolinggo, Hendra Yulispriyanto, mengimbau seluruh nelayan dan operator kapal untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Menurut Hendra, berdasarkan informasi terbaru dari BMKG Juanda, kondisi cuaca di perairan Probolinggo masih relatif aman. Kecepatan angin dari utara tercatat sekitar 4 knot, tinggi gelombang sekitar 0,3 meter, dan arus laut bergerak dari arah timur.
"Kondisi cuaca saat ini masih baik. Namun kami tetap mengimbau seluruh operator kapal, pemilik kapal, maupun penumpang untuk meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran," kata Hendra. Ia menegaskan, setiap kapal wajib memenuhi persyaratan kelaiklautan, tidak mengangkut muatan maupun penumpang melebihi kapasitas, serta memastikan seluruh penumpang menggunakan jaket pelampung selama pelayaran.
Selain itu, para nahkoda diminta tidak memaksakan berlayar saat cuaca buruk dan menghindari pengangkutan barang-barang berbahaya yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran.
"Pihak KSOP berharap seluruh aktivitas pelayaran, baik kapal penumpang rute Probolinggo-Gili Ketapang maupun kapal nelayan yang beroperasi di perairan Probolinggo, tetap mengutamakan faktor keselamatan di tengah potensi cuaca ekstrem yang dipengaruhi gelombang Equatorial Rossby," tegasnya.
Keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama di tengah potensi cuaca ekstrem. Nelayan dan operator kapal diharapkan mengikuti saran KSOP dan mematuhi standar keselamatan agar tidak menambah risiko di laut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Alisson Bekas Liverpool Kembali Main Piala Dunia 2026
Wali Kota Malang Suspend 6 Dapur SPPG karena Kegagalan IPAL
Wali Kota Pelantik 1.600 Pramuka Garuda di Stadion Brawijaya
Surabaya Sabtu 13 Juni: Hujan Ringan, Kelembapan Tinggi
Surabaya: Jadwal Salat Sabtu 13 Juni 2026, Imsak 04:07 WIB
BMKG Prediksi Cuaca Beragam di Jawa Timur 13 Juni 2026
Berita Terbaru
Probiotik vs Prebiotik: Pilih Produk Tanpa Gula untuk Usus
Tujuh Langkah Menjaga Dapur Rapi Saat Memasak Tips Praktis
Tahu Walik: Gorengan Teriak dari Banyuwangi Camilan
AS Kalahkan Paraguay 3-0, Pulisic Rebut Gol Pertama
Polrestabes Palembang Siapkan 150 Petugas CFD 14 Juni
Alisson Bekas Liverpool Kembali Main Piala Dunia 2026
Dibu Kembali Latih Normal, Siap Menjadi Kiper Argentina
Cheese Bukan Penyebab Kolesterol Tinggi: Penelitian Baru