Nganjuk Catat 14 Kasus Suspek Campak, Ajakan Imunisasi

Guntur P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Nganjuk Catat 14 Kasus Suspek Campak, Ajakan Imunisasi

Gambar atau konten salah?

Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk mencatat 14 kasus suspek campak pada 31 Maret 2026. Kasus-kasus ini masih menunggu hasil laboratorium di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat, Surabaya.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Latifah Hanim, “Untuk memastikan apakah kasusnya positif atau negatif campak,”. Ia menegaskan bahwa semua hasil akan diumumkan setelah analisis selesai.

Latifah melanjutkan, “Pada Tahun 2025, dari 54 kasus suspek tercatat sebanyak 6 kasus positif, yakni 4 positif campak dan 2 positif rubella.” Ia menambahkan bahwa pada 2023 tercatat tiga kasus positif, 2024 tidak ada, namun 2025 meningkat menjadi enam.

Kasus positif campak di 2025 ditemukan di empat kecamatan: Berbek, Gondang, Nganjuk, dan Sawahan. Sedangkan rubella terdeteksi di Pace dan Nganjuk.

Distribusi usia menunjukkan bahwa 4 orang dengan campak berusia antara 0 hingga 9 tahun, sementara 2 orang rubella berusia 20 hingga 29 tahun.

Latifah menegaskan peningkatan kasus ini menjadi alarm penting bagi masyarakat untuk tidak menunda imunisasi, terutama karena terjadi lonjakan campak dan KLB campak di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Nganjuk menggelar program imunisasi kejar campak serentak mulai 9 Maret hingga 18 April 2026. Program ini menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi campak lengkap.

“Kami mengimbau para orang tua segera membawa anaknya ke posyandu atau puskesmas terdekat,” ujarnya, menekankan pentingnya membentuk kekebalan kelompok.

Selain imunisasi, Dinkes Nganjuk juga melakukan pelacakan kasus, penyelidikan epidemiologi, dan edukasi kepada masyarakat mengenai gejala serta pencegahan campak dan rubella.

“Upaya pencegahan harus dilakukan bersama. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar kasus campak tidak terus bertambah,” pungkas Latifah.

Dengan data yang terus berubah, Dinkes Nganjuk menegaskan perlunya kesadaran publik dan partisipasi aktif dalam program imunisasi untuk menekan angka kasus campak di wilayah ini.

kasus suspek campakimunisasi kejar campakBalai Besar Laboratorium Kesehatan MasyarakatLatifah Hanimkekebalan kelompokpencegahan rubellaposyandupuskesmas

Komentar

Memuat komentar...