Pakar Sebut Risiko Henti Jantung di Balik Tren Olahraga Ekstrem

Dani L. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pakar Sebut Risiko Henti Jantung di Balik Tren Olahraga Ekstrem

Gambar atau konten salah?

Belakangan ini, olahraga dengan intensitas tinggi seperti Hyrox makin populer di kalangan masyarakat perkotaan Indonesia. Olahraga ini menggabungkan lari jarak jauh dengan berbagai gerakan beban yang ekstrem. Tawaran tantangan kebugaran memang menarik.

Tapi ada sisi lain yang jarang dibicarakan. Di balik euforia tren ini, pakar kesehatan memperingatkan risiko fatal. Risiko itu muncul jika seseorang nekat mencoba olahraga berat tanpa memahami kondisi organ dalam, terutama jantung.

Dr dr Ismail Dilawar SpBTKV Subsp JD(K) MARS, spesialis bedah toraks kardiovaskular dari Brawijaya Hospital Taman Mini, menyoroti fenomena ini. Banyak orang awam langsung terjun ke olahraga berat hanya karena ikut tren di media sosial. Mereka tidak punya persiapan fisik sejak dini.

"Kalau mereka yang biasa dari muda, dari usia dini sudah berolahraga gitu ya, mereka sudah terbiasa. Tapi banyak juga yang mengikuti tren. Mereka nggak tahu kemampuan tubuhnya tiba-tiba yuk ikut maraton, ikut olahraga berat ya, ada HIIT, segala macam, sekarang itu yuk berat-berat semua olahraganya, mengikuti tren," ujar dr Ismail pada Jumat, 03 Juli 2026.

Bahaya utamanya adalah risiko penyakit atau kelainan jantung tersembunyi yang tidak disadari. Istilah medisnya asimtomatik. Seseorang bisa saja memiliki kelainan jantung tanpa pernah merasakan gejalanya.

Ketika jantung dipaksa bekerja melampaui batas normal secara tiba-tiba, kondisi ini bisa memicu henti jantung mendadak. Dalam istilah medis disebut sudden cardiac arrest. Ujungnya bisa fatal.

"Mereka nggak tahu kesehatan mereka sendiri sebelum mereka melakukan kegiatan olahraga yang berat tersebut. Dan mereka nggak tahu kalau mereka sebenarnya ada sakit jantung. Jadi apa sih yang harus dikerjakan? Kalau kita sudah mau melakukan suatu kegiatan olahraga yang baru dan belum kita ketahui berat ringannya, ada baiknya kita yang pertama adalah mengetahui kesehatan kita," imbau dr Ismail.

Lalu apa yang harus dilakukan? Menurut dokter, langkah pertama adalah melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU). Ini penting untuk mengantisipasi risiko fatal saat menjalani olahraga intensitas tinggi.

Pemeriksaan dasar seperti rekam jantung (EKG) kadang belum cukup. Untuk olahraga seberat Hyrox atau maraton, diperlukan pemeriksaan yang lebih mendalam. Tujuannya untuk melihat anatomi dan fungsi gerak jantung secara nyata.

"Untuk jantung apa sih? Misalnya pakai ekokardiografi, pakai treadmill, pakai sekarang ada CT scan atau MRI. Itu sampai demikian canggihnya. Kalau ditemukan pada pemeriksaan awal, nanti dilakukan lagi dengan pemeriksaan-pemeriksaan selanjutnya. Kateterisasi, CT Angio, dan sebagainya. Jadi memang ini tergantung dari kemampuan masing-masing secara finansial gitu ya, tapi nasihat yang paling tepat adalah lakukan pemeriksaan yang memang sesuai dengan apa yang dibutuhkan," pungkasnya.

Intinya, tren olahraga ekstrem memang menggoda. Tapi tanpa persiapan dan pemeriksaan jantung yang memadai, risikonya nyata. Henti jantung mendadak bisa menimpa siapa saja yang memaksakan diri tanpa tahu kondisi tubuhnya sendiri.

risiko jantungolahraga intensitas tinggiHyroxhenti jantung mendadakpemeriksaan kesehatantren olahragamedical check-up

Komentar

Memuat komentar...