PELNI Siapkan Rp4,5 Triliun untuk Tiga Kapal Baru
Gambar atau konten salah?
PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) tengah memproses pengadaan tiga kapal penumpang baru. Total nilai investasi untuk proyek ini mencapai Rp 4,5 triliun. Dana sebesar Rp 4 triliun berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN), sementara sisanya Rp 500 miliar diambil dari kas internal perusahaan.
Corporate Secretary PELNI, Ditto Pappilanda, mengungkapkan proses pengadaan kapal sudah masuk ke tahap perancangan desain. PELNI baru saja menyelesaikan proses lelang desain kapal. Perusahaan asal Italia keluar sebagai pemenang tender tersebut.
"PMN itu yang tiga kapal kita masih berproses di sisi desain kapalnya. Kemarin kan untuk desain kapal itu kita open tender dan pemenangnya sudah kita dapatkan dari Italia. Nanti untuk proses pembuatan desain kapalnya, itu memakan waktu kurang lebih 17 bulan," kata Ditto saat ditemui di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.
Penyusunan desain untuk ketiga kapal diperkirakan memakan waktu sekitar 17 bulan. Satu desain yang sama akan digunakan untuk tiga kapal. Masing-masing kapal nantinya bisa menampung sekitar 1.000 penumpang.
Soal siapa yang akan membangun kapal-kapal tersebut, Ditto belum bisa memberikan jawaban. Penentuan galangan kapal masih dibahas di tingkat pemerintah. PELNI, kata Ditto, siap mendukung kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan galangan kapal dalam negeri. Tapi semua harus tetap sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG).
"Siapa yang buat, nah itu belum bisa disampaikan. Karena kita juga memperhatikan dorongan dari pemerintah agar bisa melibatkan galangan dalam negeri. Itu, itu masih dibicarakan di level atas," ujarnya.
"Kita masih sifatnya menunggu arahan dari pemerintah seperti apa. Jadi kita sangat mendorong dan mendukung keinginan pemerintah agar kami dalam bangunan kapal PMN ini bisa melibatkan galangan dalam negeri, kita support penuh," tambah Ditto.
Berdasarkan paparan Direktur Utama PELNI Budy Setyawan Wijaya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR pada Rabu, 24 Juni 2026, ada jadwal yang sudah disusun untuk pembangunan fisik kapal pertama. Pengerjaan dijadwalkan mulai Juni 2027 hingga Oktober 2028. Kapal pertama ditargetkan meluncur pada Oktober 2028. Setelah itu, ada tahap penyelesaian akhir sampai Juli 2029. Kapal pertama ditargetkan diserahkan ke PELNI pada Juli 2029.
Untuk kapal kedua, pembangunannya akan dimulai pada November 2027 dan ditargetkan selesai pada Maret 2029. Sementara kapal ketiga dijadwalkan mulai dibangun pada April 2028 dan selesai pada Agustus 2029.
Sebelumnya, Danantara mengumumkan PT PAL Indonesia akan menjadi perusahaan inti atau anchor industri galangan kapal nasional. Langkah ini merupakan hasil merger perusahaan-perusahaan pelat merah di sektor perkapalan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan kebijakan itu bertujuan mendorong percepatan industrialisasi sektor perkapalan nasional. "PT PAL akan menjadi anchor daripada perusahaan perkapalan kita, kita melakukan merger daripada perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri perkapalan," kata Dony dalam Raker dan RDP dengan Komisi VI DPR, Rabu, 4 Februari 2026.
Menurut Dony, seluruh BUMN di sektor perkapalan nantinya wajib memenuhi kebutuhan manufaktur kapalnya melalui PT PAL. "Tetapi dampaknya adalah kita akan mewajibkan seluruh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan manufaktur kapal yang berada dalam lingkup Danantara itu diwajibkan dilakukan di PT PAL," tegas Dony.
"Tujuannya adalah untuk meningkatkan industri perkapalan kita, termasuk di dalamnya PT PIS, PT PELNI, PT ASDP ini kita wajibkan untuk melakukan manufaktur kebutuhan kapal mereka di PT PAL," sambungnya.
Dony menambahkan, langkah ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor manufaktur kapal. Sebagian kebutuhan manufaktur kapal di Indonesia masih dipenuhi dari luar negeri. "Dengan demikian industri ini akan memberikan dampak terhadap employment dan juga tentu mengurangi impor kita," terangnya.
Proyek pengadaan tiga kapal baru PELNI ini merupakan bagian dari upaya modernisasi armada. Kapasitas masing-masing kapal yang mencapai 1.000 penumpang menunjukkan skala investasi yang cukup besar. Proses desain yang memakan waktu 17 bulan menandakan bahwa PELNI tidak terburu-buru dan ingin memastikan kualitas kapal. Di sisi lain, kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan galangan dalam negeri melalui PT PAL bisa mengubah arah proyek ini, meskipun pemenang lelang desain justru berasal dari Italia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BGN Rancang Distribusi Makanan Gratis di Daerah Konflik
KAI Hormati Gugatan Tiket Gratis Anak 0-5 Tahun
Airlangga Yakin Ekonomi Kuartal II 2026 Tembus 5 Persen
BRI Kartu Kredit Cashback Rp20.000 per Isi BBM
Menkop: Koperasi Kreator dan Milenial Kini Semakin Diminati
PNM Latih 50 Disabilitas Ecoprint di Bekasi