Pemerintah Akan Bagikan Ponsel dan Rekening Digital ke Warga

Teguh A. · 2 min baca · 1 jam lalu · 22 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Akan Bagikan Ponsel dan Rekening Digital ke Warga

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Rencana pemerintah untuk membagikan telepon genggam sekaligus rekening digital kepada warga diungkapkan oleh Hashim Djojohadikusumo, anggota Board of Advisors Prasasti. Langkah ini dimaksudkan untuk memperluas jangkauan layanan keuangan digital di tanah air.

Hashim menyampaikan bahwa setiap warga negara bakal menerima ponsel yang sudah terintegrasi dengan rekening digital. Dengan sistem ini, dana bantuan dari pemerintah bisa langsung dikirim ke rekening masing-masing penerima tanpa perantara.

"Setiap warga negara akan diberikan telepon genggam dengan rekening digital. Seluruh dana akan berada di sana dan dikirimkan ke rekening masing-masing," ujarnya dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di The Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Menurut Hashim, digitalisasi ini bertujuan untuk menjangkau aktivitas ekonomi informal yang selama ini belum tercatat dengan baik. Ke depannya, bantuan pemerintah tidak lagi disalurkan dalam bentuk uang tunai.

"Semua bantuan dari pemerintah tak lagi berbentuk tunai, tapi dikirim oleh pak Juda (Wamenkeu Juda Agung) dan Kementerian Keuangan langsung ke masyarakat melalui ponsel mereka," jelasnya.

Hashim juga menyoroti fakta bahwa sekitar 30 persen penduduk Indonesia belum memiliki rekening bank. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah berencana bekerja sama dengan perbankan agar rekening bisa dibuka secara gratis bagi mereka yang selama ini belum tersentuh layanan keuangan.

"Menurut Bank Dunia, dan saya rasa pemerintah juga sepakat, sebanyak 30% penduduk kita tidak memiliki rekening bank. Mereka berada di luar sektor perbankan," kata Hashim.

Keputusan ini, lanjutnya, sudah dibahas dalam rapat kabinet yang turut dihadirinya. Dua bank yang mendapat mandat untuk membuka rekening bagi masyarakat adalah Bank Syariah dan Bank Rakyat.

"Saya menghadiri rapat kabinet yang memutuskan bahwa dua bank, Bank Syariah dan Bank Rakyat, diberi tugas untuk menyediakan rekening bank bagi 30% penduduk Indonesia yang belum memiliki rekening," tuturnya.

Biaya pembukaan rekening sebesar Rp 50.000 akan digratiskan. Rekening ini diperuntukkan bagi warga negara Indonesia yang sudah berusia 17 tahun ke atas dan memiliki e-KTP.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong inklusi keuangan yang lebih luas. Dengan adanya rekening digital dan ponsel, diharapkan penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran dan transparan. Namun, masih perlu dilihat bagaimana implementasinya di lapangan, terutama di daerah-daerah yang infrastruktur digitalnya belum merata.

ponsel digitalrekening digitalinklusi keuanganbantuan pemerintahbank syariahbank rakyatdigitalisasi ekonomi

Komentar

Memuat komentar...