Pemerintah Kurangi BUMN, Fokus Lebih Besar Nilai Tambah
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Pemerintah Indonesia sedang menata ulang perusahaan milik negara. Salah satu langkahnya ialah memotong jumlah BUMN, kata Danantara Rosan Roeslani, CEO Development Program.
“Kita pun sudah melakukan evaluasi secara komprehensif selama setahun ini, dan number of companies-nya (jumlah BUMN) akan berkurang secara signifikan dari 1.000 lebih, akan menjadi 200-300 company saja,” ujarnya. Kalimat ini diposting langsung di akun Instagram pribadinya, @rosanroeslani.
Menurut Rosan, evaluasi yang dilakukan selama satu tahun terakhir menunjukkan bahwa BUMN dapat dipangkas menjadi hanya 200-300 company saja dari 1.000 lebih yang ada sekarang. Langkah ini diharapkan membuat perusahaan-perusahaan tersebut lebih fokus dan mampu menambah nilai tambah bagi perekonomian.
Selama proses pemangkasan, pihaknya juga berupaya memitigasi dampak yang mungkin timbul. Fokus utamanya adalah memastikan transisi berjalan lancar dan tidak mengganggu layanan publik.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mengerjakan ini, tidak hanya dengan planning yang baik, planning yang solid, tetapi juga dengan apa yang Bapak Presiden sudah menyampaikan, dengan cepat. Supaya manfaatnya bisa dirasakan segera,” tegas Rosan.
Perubahan ini dijadwalkan mulai diberlakukan pada 06 Mei 2026. Pemerintah berharap langkah ini dapat memperkuat kinerja BUMN dan meningkatkan kontribusi mereka terhadap ekonomi nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
