Pertamina Raih Penghargaan ESG 2026 Berkat Akademi Keberlanjutan

Eko P. · 3 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Pertamina Raih Penghargaan ESG 2026 Berkat Akademi Keberlanjutan

Gambar atau konten salah?

PT Pertamina (Persero) terus bergerak memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam transformasi bisnisnya. Langkah ini mendapat pengakuan lewat Pertamina Sustainability Academy (PSA) yang berhasil meraih Anugerah Utama Sektor Energi di ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026.

Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja Pertamina dalam membangun kemampuan dan budaya keberlanjutan secara terstruktur di semua lini perusahaan. Melalui PSA, Pertamina mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar implementasi ESG tidak sekadar memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya kerja, pengambilan keputusan, dan strategi bisnis perusahaan.

Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, menyatakan bahwa penerapan ESG kini sudah berkembang menjadi fondasi penting dalam membangun daya saing perusahaan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang. "ESG harus dipandang sebagai investasi strategis yang mengubah kepatuhan menjadi keunggulan kompetitif serta menjadi fondasi bagi pertumbuhan perusahaan yang tangguh, berkelanjutan, dan bernilai bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Jumhur dalam keterangan tertulis pada Kamis, 30 Juli 2026.

Sementara itu, Senior Vice President Business Sustainability PT Pertamina (Persero), Wenny Ipmawan, mengatakan bahwa Pertamina melihat penguatan kapabilitas dan budaya keberlanjutan sebagai faktor penting dalam mendukung transformasi perusahaan di tengah dinamika industri energi. "Transformasi energi pada akhirnya adalah transformasi manusia. Karena itu, Pertamina Sustainability Academy kami rancang untuk membekali Perwira dengan kapabilitas yang relevan, mulai dari pemahaman dasar hingga pengambilan keputusan strategis, sehingga mereka siap menghadapi tantangan transisi energi dan mendukung implementasi Dual Growth Strategy Pertamina," kata Wenny.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi Pertamina untuk terus meningkatkan kualitas program penguatan kapabilitas yang menjadi fondasi penting dalam mewujudkan just transition. Ia menekankan bahwa keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh adopsi teknologi, tetapi juga oleh kesiapan insan perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan. "Penghargaan ini bukan menjadi titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas implementasi ESG. Penguatan kapabilitas dan budaya menjadi modal penting bagi Pertamina dalam menjalankan transformasi bisnis sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat," ungkapnya.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan bahwa ESG bukan lagi sekadar komitmen perusahaan. Menurutnya, penguatan kapabilitas SDM harus berjalan beriringan dengan pembangunan budaya agar prinsip keberlanjutan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh lini organisasi. "ESG bukan lagi sekadar komitmen perusahaan, tetapi harus menjadi kompetensi dan budaya yang hidup dalam keseharian setiap Perwira Pertamina. Ketika seluruh insan perusahaan memiliki pemahaman, nilai, dan semangat yang sama, implementasi ESG akan hadir secara nyata dalam setiap keputusan dan langkah bisnis yang kami jalankan," kata Baron.

Pertamina Sustainability Academy merupakan program internalisasi keberlanjutan yang dirancang secara komprehensif untuk seluruh Perwira Pertamina, mulai dari tingkat operasional hingga Direksi dan Dewan Komisaris. Dari sisi pengembangan kapabilitas, PSA menghadirkan jalur pembelajaran berjenjang yang mencakup:

  • Mandatory Sustainability Training
  • Sustainability Awareness Program
  • Sustainability Accelerator Program
  • Sustainability Masterclass
  • Sustainability Transcendence Forum bagi jajaran Direksi dan Dewan Komisaris

"Di sisi lain, PSA juga mengembangkan berbagai program budaya untuk memperkuat internalisasi nilai-nilai keberlanjutan di lingkungan Pertamina Group. Melalui inisiatif seperti Jejak Keberlanjutan, podcast keberlanjutan, Sustainability Insight, serta berbagai materi komunikasi dan broadcast rutin, Pertamina terus membangun ruang belajar dan diskusi yang relevan dengan arah strategis perusahaan maupun perkembangan isu keberlanjutan global. Pendekatan ini memastikan bahwa sustainability tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari pola pikir, perilaku, dan budaya kerja sehari-hari," tutupnya.

Melalui penguatan kapabilitas dan budaya yang berjalan secara beriringan, Pertamina terus membangun organisasi yang adaptif dalam menghadapi transisi energi. Pendekatan ini menjadi fondasi penting untuk mendukung transformasi bisnis berkelanjutan, memperkuat daya saing perusahaan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, dan seluruh pemangku kepentingan. SVP Business Sustainability PT Pertamina (Persero), Wenny Ipmawan, menerima penghargaan dalam acara Awarding IDX Channel Anugerah ESG 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 29 Juli 2026.

Penghargaan ini menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya berfokus pada aspek teknis transisi energi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusianya. Dengan pendekatan yang menggabungkan pelatihan berjenjang dan program budaya, perusahaan berusaha memastikan bahwa prinsip keberlanjutan benar-benar tertanam dalam keseharian kerja, bukan sekadar dokumen atau kebijakan di atas kertas. Target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat menjadi salah satu pendorong utama di balik upaya ini.

ESGPertaminakeberlanjutankapabilitasbudayatransisi energipenghargaan

Komentar

Memuat komentar...